Selasa, 14 Mei 2013

Perkembangan Bayi 10-11 Bulan

Bayi 10-11 Bulan

Jangan Sampai Terlewatkan Langkah dan Kata Pertamanya!

Di usia 10 atau 11 bulan, si Kecil akan segera melangkahkan langkah pertamanya dan mengucapkan kata pertamanya. Kata-katanya mungkin belum lancar, dan langkah-langkah kaki mungilnya masih goyah, tapi dengan bantuan Ibu, dia bisa melakukannya.
Perubahan dari merangkak ke berjalan, dan bagaimana si Kecil mengucapkan kata yang benar-benar memiliki arti sangat menarik untuk diikuti. Karena peristiwa ini bisa terjadi di saat-saat yang tidak direncanakan, selalu sediakan kamera video di dekat Ibu. Don't miss these precious moments!

Makanan untuk Bayi 10-11 Bulan yang Makin Aktif

Karena aktivitasnya semakin banyak, bayi Ibu menjadi makin aktif. Ia membutuhkan lebih banyak energi dan kebutuhan gizinya pun berubah. Karena ukuran perutnya lebih kecil dari orang dewasa, si Kecil perlu makan makanan bergizi dan penuh energi dalam jumlah yang sedikit tapi sering.
Bayi 9 bulan ke atas sudah bisa mengambil makanannya sendiri dengan jarinya, bisa memindahkan dari tangan yang satu ke tangan yang lain, dan memasukkan makanan ke mulutnya. Saat berusia 10 hingga 11 bulan, dia bisa mengunyah dan menelan lebih baik. Gigi anak juga mulai tumbuh lebih banyak dan mulai bisa menyendok makanan dengan sendok.
Jangan hanya memperhatikan apa yang dimakannya, tapi perhatikan pula bagaimana si Kecil memakannya. Dorong bayi untuk makan sendiri dengan menggunakan tangannya, walaupun hasilnya pasti akan berantakan. Ini akan melatihnya untuk menjadi lebih mandiri di kemudian hari. Jadwalkan juga jam makan yang lebih teratur, agar ia bisa disiplin dan Ibu bisa mengawasi kecukupan gizi yang masuk.

Sekarang Dia Bisa Berdiri Sendiri!

Setelah merangkak di bulan-bulan sebelumnya, kini otot-otot kaki bayi Ibu semakin kuat. Dia mulai bisa mengangkat tubuhnya sambil berpegangan dan bangkit berdiri. Ibu bisa membaca gerak tubuhnya dan membantunya berdiri dengan memegangi tangannya.
Ini tidak terjadi secara begitu saja. Awalnya dia mungkin akan berdiri sambil berpegangan, lalu di hari lain mungkin mulai sedikit demi sedikit melangkah sambil tetap berpegangan, selanjutnya sambil terhuyung-huyung dia mungkin akan menghampiri tangan Ibu yang menantinya. Bayi Ibu sekarang sudah bisa berjalan sendiri! Langkah pertamanya adalah sebuah langkah besar menuju kemandiriannya. Persiapkan mental Ibu ya, karena mulai saat ini dia akan terus tumbuh besar dan tidak menjadi bayi mungil yang bergantung sepenuhnya pada Ibu lagi.
Tapi, jika bayi Ibu belum bisa berjalan, jangan cemas ya Bu, setiap bayi berbeda satu sama lain. Meskipun sambil tertatih dan terjungkal beberapa kali, hal ini tidak akan mencegah si Kecil untuk terus mencoba dan menjelajahi rumah. Bantu dia untuk melakukannya, agar dia dapat berkembang dengan baik.

Kontrol dan Koordinasinya Makin Baik

Ia sekarang mulai bisa mengendalikan pergerakan tangan dan jemarinya, menggenggam dan meletakkan. Karenanya ia senang sekali bermain-main dengan memasukkan benda atau mainan ke dalam wadah, lalu mengeluarkannya, dan melakukannya secara terus menerus.
Bayi Ibu juga mulai senang memperhatikan sesuatu, ia mulai tertarik dengan gerakan sebab-akibat. Misalnya saat main mobil-mobilan, ia akan memperhatikan putaran roda yang membuat mainannya itu bergerak.
Koordinasi antara mata dan tangannya juga semakin membaik, kini ia sudah bisa memegang sendoknya sendiri saat makan. Jangan khawatirkan keruwetan yang dia timbulkan, seperti meja makan Ibu yang akan berantakan dan dia mengotori bajunya. Nikmati saja semuanya ya Bu, karena ini akan melatih si Kecil untuk menjadi lebih mandiri. Ibu akan melihat hasilnya nanti, ketika ia sudah bisa melakukan semuanya dan pekerjaan Ibu menjadi lebih ringan.

Beri Dia Semangat untuk Terus Belajar

Betapa pun besarnya keinginan bayi Ibu untuk menjelajah dan melakukan sesuatu yang baru, kadang ia ragu dan tidak percaya diri untuk mencobanya. Dorong dan beri ia semangat, karena ia belajar banyak setiap saat dimanapun dan kapanpun.
Saat ia ragu atau takut untuk mulai belajar melangkah, bimbing tangannya, dan perlahan lepaskan agar dia bisa belajar melakukannya sendiri. Jangan lupa memberi pujian setiap ia berhasil melakukannya.
illustration

Tahukah Ibu?

Di usianya yang menginjak 10 bulan, dia mungkin akan bisa mengucapkan kata pertamanya. Mungkin kata-kata yang diucapkannya sudah sering Ibu dengar. Tapi jika dulu ia sekedar mengucapkannya tanpa memahami maksudnya, kini ia sudah bisa mengaitkan apa yang diucapkan dengan apa yang dimaksudkannya. Kata-katanya mulai memiliki makna. Misalnya 'mamma' ketika ia melihat Ibu, 'cu-cu' untuk susu, dan 'pus' untuk kucing kesayangan temannya bermain.

Perkembangan Bayi 7-9 Bulan

Bayi 7-9 Bulan

Ayo Bereskan Rumah, Bayi Ibu Siap Menjelajah!

Bayi mungil Ibu sekarang sudah semakin aktif bergerak kesana kemari dengan cara merangkak. Artinya, Ibu sudah harus mulai mengawasinya dengan lebih dekat lagi. Yuk, ciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendukung mobilitasnya. Singkirkan perabot rumah yang mudah dijangkaunya, beri pengaman pada setiap sudut meja agar tidak membahayakannya saat terantuk, kaitkan laci atau pintu agar tidak bisa dibuka, tutup stop kontak listrik, dan jauhkan dia dari barang-barang pecah belah.
Untuk mengetahui apa saja yang mungkin bisa membahayakannya, cobalah untuk membungkuk hingga Ibu setinggi dia dan temukan benda-benda di sekitar rumah lainnya yang bisa jadi membahayakan bayi Ibu saat sedang menjelajah.
Hal ini penting Ibu lakukan, karena saat bayi 7 bulan, mereka akan menemukan banyak barang untuk diraih dan dilemparkannya. Tidak apa-apa kok, Bu. Temani dan berikan bayi Ibu benda-benda ringan yang bisa digunakannya untuk melatih kemampuan barunya melempar, seperti bantal, boneka, dan bola.
Saat bayi 8 bulan, ia bahkan sudah mulai bisa mengangkat tubuhnya sambil berpegangan pada sesuatu. Saat ini si Kecil akan sangat menyita waktu dan perhatian Ibu, dia akan banyak mendengar kata "jangan" dari Ibu. Cobalah untuk lebih menikmati bagaimana bayi Ibu menjelajahi seluruh rumah, dan perhatikan sampai sejauh mana ia bisa melakukannya. Meskipun rasanya bisa membuat Ibu jantungan melihat ia terantuk atau terjerembab jatuh yang bisa membuatnya sedikit memar-memar. Jangan khawatir, ini adalah bagian yang tidak terhindarkan dari proses pertumbuhan bayi. Have fun with your little explorer!

ASI dan Makanan Padat untuk Bayi 7-9 Bulan

Selain menyusui ASI, sejak usia bayi 6 bulan Ibu mungkin sudah memperkenalkan si Kecil pada makanan pendamping ASI. Setelah mengenalkan makanan yang bertekstur lembut dengan rasa yang tidak begitu tajam, secara bertahap bayi Ibu sudah bisa diperkenalkan dengan makanan yang lebih bertekstur dan rasa yang lebih bervariasi.
Rasa baru ini akan memperkaya kemampuan mereka mengecap, dan membuat mereka tertarik untuk makan, lebih dari sekedar membantu mereka belajar makan. Kemampuan mengunyah bayi Ibu juga sudah semakin berkembang, sehingga Ibu bisa memberikan makanan dengan tekstur yang lebih kasar.
Yuk Bu, bentuk kebiasaan makan yang baik sejak dini. Selalu berikan makan dengan jadwal yang teratur di meja makan dan gunakan kursi khusus untuk anak-anak. Ajak ia untuk melakukan rutinitas makan bersama anggota keluarga yang lain, agar tercipta suasana makan yang akrab dan lebih menyenangkan.
Karena ia sudah bisa menggenggam dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya, biarkan bayi Ibu belajar sendiri memakan makanannya ya Bu. Berantakan? Tidak apa-apa, coba liat deh, bayi Ibu akan makan lebih banyak jika makan sendiri ketimbang Ibu suapi. Ibu juga bisa membantu memudahkan si Kecil belajar makan dengan memberikan makanan yang bisa digenggam yang lembut, agar ia bisa mengunyahnya. Jangan lupa ya Bu, selalu damping bayi Ibu saat makan, untuk mencegah ia tersedak.
Pada awalnya, bayi Ibu mungkin akan menolak makanan yang bertekstur kasar. Jangan panik dulu, Ibu bisa mengakalinya dengan menyajikan makanan yang bervariasi agar masa transisi ini bisa dilalui dengan baik. Ibu juga sudah mulai bisa menggunakan cangkir dengan dua pegangan untuk melatihnya minum langsung. Ayo Bu, pelajari lebih lanjut tahap pemberian makanan tambahan di sini

Yuk, Bermain Bersama Bayi Ibu!

Saat ini si Kecil sedang antusias untuk melakukan apa saja. Ia terlihat tidak berminat untuk merangkak dan malah menggeser-geser pantatnya untuk bergerak? Ibu tidak perlu khawatir kok. Setiap bayi punya gayanya sendiri yang unik. Ibu bisa menciptakan suasana bermain yang menyenangkan di rumah, dengan menggunakan alat dan barang-barang yang ada.
Ibu juga bisa menciptakan rintangan dari bantal, selimut, menggunakan kotak kardus yang berukuran cukup besar dan mengalasinya untuk mengajarinya konsep 'luar' dan 'dalam', bermain cilukba, lempar bola, atau menyembunyikan mainan favoritnya dan meminta si Kecil untuk mencarinya. Semua permainan ini akan mendorongnya untuk menjelajah dan bereksplorasi, sekaligus memperkuat otot-otot tubuhnya. Let’s play and have fun together!
Si Kecil mulai senang melompat-lompat di pangkuan Ibu dan menendang-nendang? Ini karena otot-otot kakinya sudah mulai berkembang. Ia juga sudah bisa menahan beban tubuhnya di kakinya. Otaknya juga sudah lebih berkembang dan membantunya untuk dapat lebih mengendalikan kemampuan motoriknya pada leher, bahu, dada dan pinggang bawah, juga tangan dan kaki.

Koordinasi dan Kewaspadaannya Mulai Meningkat

Sekarang kemampuan bayi Ibu bertambah, kemampuan koordinasinya semakin baik, ia mulai belajar melepaskan benda yang digenggamnya. Tampaknya ia begitu menikmati kemampuan barunya ini, jadi dia akan sering menjatuhkan dan melemparkan apa saja yang dipegangnya. Hal ini normal kok Bu, artinya dia semakin pintar. Bila sudah melewati batas atau membahayakan, ajari dia untuk memahami kata 'tidak' dan 'jangan'.
Selain kemampuan fisik dan tubuhnya yang makin berkembang, bayi Ibu juga berkembang secara emosional. Di minggu pertama usia bayi 9 bulan, ia akan mengalami perasaan 'takut berpisah' dengan Ibu. Pada tahapan ini mungkin Ibu akan menjadi sedikit kesulitan saat perlu melakukan hal lain yang berjauhan darinya, meskipun hanya sebentar.
Perasaan ini juga mengakibatkan Ibu akan kerepotan saat bepergian bersamanya, karena ia terbiasa dengan lingkungan dan wajah-wajah yang akrab dengannya di rumah, dan dia suka segala sesuatunya yang dapat ditebak. Berada dalam perjalanan membuat perasaan aman dan rutinitasnya sehari-hari terganggu, terutama saat mengunjungi tempat baru atau bertemu orang-orang baru. Akibatnya ia akan rewel dan menempel terus pada Ibu.
Atasi perkembangan emosional ini dengan tetap melakukan rutinitas sehari-hari secara teratur, sehingga bisa mengurangi rasa takut yang dirasakan si Kecil. Ajak ia bermain cilukba, atau sembunyikan mainan kesukaannya agar dia mencarinya. Bagaimana jika Ibu mengajaknya ke luar rumah? Persiapkan benda-benda yang dapat mengalihkan kecemasannya, misalnya buku bergambar, mainan yang mengeluarkan bunyi, balok-balok, boneka, dan mainan yang paling disukainya jika punya. Sediakan waktu untuknya menenangkan diri setelah berkunjung dan bertemu dengan orang-orang yang asing untuk mengurangi tekanan yang dirasakannya.

Mengoceh dan Memahami Kata-Kata

Wow! Bayi Ibu sekarang tumbuh makin menakjubkan. Ia sudah mulai mengenal dan mengingat namanya sendiri, mengingat bagian lagu-lagu tertentu, dan mainan favoritnya. Meskipun dia belum bisa bicara, ocehan yang keluar dari mulutnya mulai terdengar masuk akal dan bisa dipahami. Ini membuatnya menjadi pribadi yang unik dan berbeda dari yang lain.
Ibu mungkin akan mendengar ia mengucapkan kata 'mama', 'baba', atau 'papa' untuk menyebut dua orang yang paling istimewa dalam hidupnya. Sungguh mengharukan! Meskipun lebih sering tidak mematuhinya, si Kecil juga sudah mengerti kata 'tidak' dan 'jangan'. Mereka tidak akan ragu lagi mengemukakan pendapat dan pilihannya akan sesuatu dengan cara mengoceh, tertawa, dan menjerit. Apa saja sih rangsangan yang bisa Ibu berikan? Bacakan buku bergambar dan ajak dia sering-sering berbicara agar kemampuannya semakin terasah.

Belajar Melibatkan Diri

Saat Ibu membacakannya buku cerita bergambar, bayi Ibu sudah mulai bisa terlibat dalam kegiatan ini, dengan ikut-ikutan membolak-balik halaman buku yang sedang dibaca, mendengarkan suara Ibu dengan lebih seksama, dan mengikuti gambar-gambar berwarna yang ada di dalamnya.
Kenalkan ia pada berbagai macam suara baru lewat buku bergambar tentang hewan. Tirukan suara berbagai macam hewan saat Ibu membacakan buku ini untuknya, walaupun ia belum bisa menghubungkan antara kata-kata yang Ibu ucapkan dengan gambar yang ada.
Selain membacakan buku, ajak dia membuka dan menutup pintu, menyebutkan nama-nama benda yang Ibu lihat, merangkak di bawah meja, dan masih banyak lagi yang bisa Ibu lakukan untuk menggugah keingintahuannya yang besar.
illustration

Tahukah Ibu?

Perkembangan bayi Ibu mungkin tidak sama dengan bayi yang lain, bisa jadi lebih lambat atau lebih cepat. Tak ada yang perlu dikhawatirkan Bu, karena ini normal. Terutama bayi yang prematur, mereka biasanya akan mengalami sedikit keterlambatan. Jika Ibu cemas, Ibu bisa membicarakannya dengan dokter atau berkonsultasi dengan ahlinya.

Perkembangan Bayi 4-6 Bulan

Kini, bayi Ibu sudah menemukan cara menggunakan tangan dan jemarinya lho Bu. Lewat aktivitas sehari-harinya, ia belajar mengambil mainan, mengayun-ayunkan mainan yang digantung, atau mencengkram benda-benda di sekitarnya. Refleks menggenggamnya perlahan berubah menjadi gerakan tangan dan jemari yang lebih terkendali. Mereka tidak lagi memasukan dan menghisap benda-benda di sekitar, tapi sekarang belajar dengan mengambil dan mengguncangkannya hingga menimbulkan suara.
Selain genggamannya, penglihatan bayi Ibu juga semakin membaik. Mereka bisa melihat secara fokus sampai sejauh jempol kakinya, makanya jangan heran kalau si Kecil mulai suka memasukkan kaki ke mulutnya! Di usia 6 bulan, ia bahkan sudah bisa melihat ke ruangan lain. Kini penglihatannya juga semakin jelas. Ia akan suka mengamati bentuk dan ukuran benda yang dipegangnya, warna-warna pun menjadi lebih jelas terlihat. Dorong perkembangannya melalui mainan berbagai bentuk, ukuran, dan warna-warna yang kontras.
Hal kecil yang perlu diingat, jika Ibu berambut panjang atau memakai kaca mata, ada baiknya untuk selalu mengikat rambut dan menjaga kaca mata Ibu dari jangkauan si Kecil.
Riset membuktikan, asam lemak esensial sepeti Arachidonic Acid (AA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) yang berperan penting dalam perkembangan penglihatan bayi Ibu, secara alami ada di dalam ASI. Jadi memasukkan bahan-bahan makanan yang mengandung zat gizi ini (misalnya telur, daging, dan ikan) dalam diet sehat Ibu, dapat membantu meningkatkan perkembangan penglihatan, otak, dan motorik bayi.

Mengenali Suaranya Sendiri

Usia bayi 4 sampai 6 bulan adalah saat-saat ajaib dimana dia berhasil mengenali suaranya sendiri. Bunyi-bunyi dan suara-suara baru akan keluar dari mulut mungilnya saat berceloteh, membuatnya semakin lucu dan menggemaskan. Ibu mungkin akan mendengar suara ‘MA’ atau ‘PA’ beberapa kali, tapi pada tahap ini bayi Ibu belum mengerti maksudnya, ia hanya melakukannya untuk bersenang-senang. Harap bersabar Bu, dia akan bisa mengucapkan MAMA dan PAPA pada waktunya.
Ia mungkin sudah mengenali namanya sendiri saat Ibu memanggilnya. Meskipun belum bisa diajak ngobrol dengan baik, tidak perlu malu dan ragu untuk mengajaknya berbicara ya Bu, karena ini bisa membantu perkembangan bicaranya.
Di tahap ini, mungkin suara terbaik yang akan Ibu dengar adalah suara tertawanya. coba kelitiki sambil bermain-main dengannya agar Ibu bisa lebih sering mendengarkannya tertawa. Ikut tertawa bersamanya, karena dengan tertawa akan memberikan dorongan yang positif bagi bayi Ibu untuk bergembira bersama.

Ia Belajar Banyak Hal

Ternyata, saat menjalani rutinitas sehari-hari bersama Ibu, bayi bisa belajar banyak lho! Ada banyak hal yang bisa Ibu lakukan untuk membantunya dalam proses belajar ini. Meski kelihatannya sepele, tapi sangat penting dalam mendorong kemajuan perkembangan bayi Ibu. Yuk, ajak ia bicara dan tersenyum sesering mungkin, meskipun ia belum bisa membalasnya. Ini akan membantunya belajar berbicara.
Ibu juga bisa memberikan mainan yang mengeluarkan suara untuk melatih otot tangan dan jari bayi Ibu. Suara gemericing yang keluar dari mainan akan membuat si Kecil terkejut dan tertawa. Atau, tidak ada salahnya membuat mainan sendiri dengan memasukkan butiran beras atau macaroni ke dalam wadah plastik yang bertutup. Pastikan tutupnya kencang untuk menghindari isinya tumpah.
illustration

Tahukah Ibu?

Mandi adalah saat-saat yang menyenangkan bagi bayi. Ketika ia bergerak-gerak atau berkecipak di dalam air, maka akan timbul percikan dan suara yang bisa menghiburnya. Siapkan handuk ekstra, karena Ibu pun akan turut basah terkena percikan air. Sekali lagi, selalu ingat ya untuk mengawasi si Kecil untuk mencegah bahaya yang mungkin terjadi.

Perkembangan Bayi 3 Bulan

Bayi 3 Bulan

Dia Sudah Bisa Menegakkan Kepala

Yes! Sekarang bayi Ibu sudah mulai bisa menegakkan kepala sejajar dengan tubuhnya, dan menggunakan tangannya sebagai penopang tubuh. Bayi 3 bulan juga akan meraih dan menggenggam benda-benda yang menarik perhatian di dekatnya. Apa sih yang bisa dilakukan untuk melatihnya? Ibu dapat memberikan mainan khusus untuk ia genggam. Untuk melatih kekuatan otot lehernya, baringkan bayi Ibu dengan posisi terlentang dan perlahan tarik kedua tangannya hingga posisi duduk, lalu secara perlahan kembalikan ia ke posisi semula. Yang perlu diingat oleh Ibu, lakukanlah hal ini secara perlahan dan lembut ya. Jangan memaksa bayi jika memang ia belum siap melakukannya, karena perkembangan setiap bayi dapat berbeda satu sama lain.
Bayi Ibu memang sudah bisa mengenali Ibu beberapa hari sejak ia dilahirkan, tetapi sekarang ia sudah mampu menunjukkan kalau ia memang mengenali Ibu, dan mungkin juga suami serta beberapa orang lain yang sering berinteraksi dengannya. Dia akan diam dan menatap Ibu, bahkan mungkin mencari-cari Ibu dan senang saat melihat Ibu menghampirinya. Bau Ibu juga bisa menenangkannya lho!

ASI untuk Si 3 Bulan

Seiring dengan pertambahan usia dan berat badannya, bayi Ibu mungkin akan lebih sering merasa lapar dan lahap menyusu. Tapi jangan tergoda untuk buru-buru memberikannya makanan tambahan ya Bu. Ini terjadi karena lonjakan pertumbuhannya. ASI saja sebenarnya masih mencukupi semua kebutuhan gizi yang diperlukannya hingga ia berusia 6 bulan! No need to hurry, no need to worry.
WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) merekomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif di 6 bulan pertama usia bayi. Jadi, teruskan menyusui bayi Ibu sesering mungkin.

Bayi Ibu Sudah Mulai Bersuara dan Bergumam

Di usia 3 bulan, bayi Ibu sudah bisa menggumam, biasanya dimulai dengan huruf-huruf sepert P, B, dan M. Makanya tidak mengherankan jika MAMA dan PAPA adalah kata pertama yang umumnya bisa ia ucapkan. Very exciting, isn’t it?
Selain menangis dan menggumam, bayi 3 bulan juga mulai bisa berkomunikasi dengan menggerakkan tangannya. Ia akan meraih segala sesuatu yang diberikan padanya, tertawa senang saat melihat Ibu, bahkan kakinya ikut menendang-nendang untuk menunjukkan kegembiraannya. Bila merasa lapar, ia tidak lagi menangis, tapi hanya sekedar merengek saja.
Yang lebih menakjubkan, ia bahkan bisa menunggu beberapa saat sebelum Ibu memberikan apa yang diinginkannya. Ini adalah tahapan penting yang memperlihatkan pengertian dan kepercayaannya yang besar kepada Ibu.

Sentuhan Ibu Membuatnya Nyaman dan Bahagia

Dari semua cara berkomunikasi yang bisa dilakukan oleh Ibu dan bayi di usianya yang masih sangat dini ini, sentuhan bisa memenuhi tiga hal yang dibutuhkan oleh bayi Ibu:
  • Membuatnya merasa aman dan terlindungi.
  • Membuatnya terlibat dengan dunia sekelilingnya.
  • Salah satu cara berkomunikasi dengan Ibu dan dia dapat meresponnya.

Panca Inderanya Mulai Berkembang

Tahukah Ibu, si Kecil jadi gampang kaget dan menangis karena mendengar suara yang keras. Tapi ia juga mulai paham bahwa suara yang dikenalnya bisa membuatnya merasa lebih nyaman. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, si Kecil menggunakan seluruh panca inderanya yang sudah mulai berkembang.
  • Penglihatan: Ia bisa mengikuti benda dengan matanya dalam lingkaran penuh 180 derajat. Ikatan batin Ibu dengannya bisa terbentuk melalui tatapan mata lho. Ibu bisa memperkuat ikatan ini dengan menatapnya saat menyusui, biarkan jemarinya meraih dan menyentuh wajah Ibu.
  • Pendengaran: Ia sekarang menjadi pendengar yang lebih baik. Mengenali suara-suara orang terdekat dengannya. Yuk, ajak ia bicara dengan suara yang lembut. Usahakan hindari dari suara-suara keras yang membuatnya terkejut dan gampang menangis ya Bu.
  • Peraba: Ia kini bisa merasakan saat Ibu menyentuh dan menggelitikinya. Ia akan kegelian dan tertawa bila Ibu menggelitik lembut telapak kakinya.
  • Penciuman: Ia bisa mengenali bau Ibu dan beberapa orang lain yang sering berinteraksi dengannya. Bau yang akrab ini bisa membantunya merasa lebih tenang dan tidak rewel.
  • Pengecap: Indera pengecapnya semakin peka. Ia sudah bisa merespon dengan melepaskan puting Ibu saat disusui dan menolak untuk menghisapnya, apabila rasa dan baunya berubah karena makanan yang Ibu makan.
illustration

Tahukah Ibu?

Ibu dapat membantu perkembangan bayi, baik otak dan tubuhnya secara optimal dengan memberikan rangsangan-rangsangan yang tepat. Menggantung mainan di atas tempat tidurnya, dengan bentuk dan warna yang kontras akan membantu si Kecil lebih fokus. Gantungkan juga mainan lain yang bisa ia jangkau. Mainan berwarna cerah dan bisa mengeluarkan bunyi akan merangsang bayi 3 bulan untuk belajar meraih, menggoyangkan, dan membuat mainannya berbunyi. Ini cara yang bagus untuk melatih koordinasi tangan dan matanya, dan membantu memperkuat otot-ototnya.

Perkembangan Bayi 2 Bulan

Bayi 2 Bulan

Dia Sudah Bisa Mengenali Ibu!

Wow! Sekarang bayi Ibu sudah bisa membedakan suara-suara yang akrab dengannya lho. Bayi Ibu juga menjadi pendengar yang lebih baik. Nah, karena Ibu adalah orang yang paling dikenalnya, dia akan merasa sangat nyaman berada di dalam pelukan Ibu. Ia bisa menangis bila dipegang dan digendong orang lain. Si Kecil juga sudah mulai senang menggerakkan tangannya bila sedang bergembira atau bersemangat. Dia juga mulai senang menghisap jari atau jempolnya.

ASI untuk Si 2 Bulan

Dalam memberikan ASI untuk bayi, Ibu harus melakukannya sesering yang bayi Ibu inginkan. Kenali tanda-tanda kapan ia menginginkan untuk menyusu. Jangan selalu menunggu sampai ia menangis. Tanda lain ia mulai lapar adalah ia akan mencecap bibirnya dan menirukan gerakan menghisap. Jaga selalu makanan yang Ibu makan dan jangan terlalu menghitung kalori, diet sehat lebih dianjurkan untuk Ibu. Jika Ibu ingin kembali mendapatkan berat tubuh ideal, lakukan secara bertahap agar tidak mengganggu kesehatan Ibu dan bayi.
Masalah pada pencernaan sering muncul pada bayi, salah satunya adalah kolik. Kolik bisa terjadi pada 1 dari 4 bayi yang berusia sangat muda (usia di bawah 5 bulan). Bayi yang kolik cenderung untuk menangis terus-menerus sepanjang hari. Memang meresahkan, tapi Ibu bisa tetap tenang karena bayi tidak akan memiliki masalah lanjutan setelah koliknya berhenti. Yuk, cari tahu bagaimana caranya menenangkan bayi yang kolik.

Hore, Dia Sudah Bisa Mengangkat Kepalanya!

Menginjak usia 2 bulan, bayi Ibu mulai bisa mengangkat kepalanya dan menoleh ke kiri dan ke kanan saat sedang tengkurap. Di minggu ke 6 atau 8, jika dia sudah benar-benar kuat, dia bahkan mungkin mampu mengangkat kepalanya sedikit saat sedang berbaring terlentang. Saat Ibu menggendongnya, dia sudah bisa mengangkat kepalanya meskipun masih agak gemetar dan cuma sebentar. Jangan lupa ya Bu, untuk selalu menopang kepala bayi Ibu saat sedang menggedongnya.

Bayi Ibu Sudah Bisa Bersuara dan Tersenyum

Tentu saja bayi Ibu belum bisa berkomunikasi dengan kata-kata, tapi bayi 2 bulan sudah bisa mengeluarkan suara seperti menggumam dan berdengung lembut untuk berkomunikasi. Suara favoritnya tentu saja suara Ibu! Saat ia mendengarnya, dia akan merespon dengan membuat jawaban suara. Meskipun kesannya seperti berbicara sendiri, Ibu bisa membantunya mengenali sekitarnya dengan mengajaknya berbicara. Dia bahkan akan menatap mulut Ibu saat Ibu sedang 'ngobrol' dengannya, dan sangat tertarik bagaimana mulut Ibu bisa mengeluarkan suara.
Bayi Ibu bahkan sudah bisa tersenyum. How lovely! Senyumnya adalah benar-benar senyum yang menunjukkan ia bahagia, bukan senyum refleks yang biasa terjadi saat ia sedang tertidur. Yuk, pancing dia untuk tersenyum lebih lebar dengan bermain bersama dan menggelitikinya.

Menghisap Jari dan Jempolnya

Si usia 2 bulan juga sudah mulai asyik dengan jari-jemarinya dan mulutnya. Gerakan refleks untuk menggenggamnya sudah mulai berkurang di usia ini, tapi mereka sangat bersemangat bermain-main dengan tangannya. Bayi Ibu akan mulai senang menghisap jari-jarinya dan benda apa saja yang dipegangnya. Karenanya, jauhkan benda-benda yang dapat membahayakannya, dan jaga selalu kebersihan bayi Ibu.
illustration

Tahukah Ibu?

Bayi 2 bulan mengalami perkembangan dari kepala hingga ujung kaki. Otot-otot lehernya sudah mulai lebih kuat untuk menopang kepala mereka. Perkembangan otot leher akan diikuti oleh punggung, dada, dan punggung bawah yang menjadi lebih kuat juga. Kaki si Kecil adalah yang terakhir berkembang dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain.

Perkembangan Bayi 1 Bulan

Bayi 1 Bulan

Apa yang Terjadi Hingga Usia Bayi 1 Bulan?

Amati ya Bu, bagaimana si bayi tumbuh. Dari sejak pertama dilahirkan, hingga usianya 1 bulan, pertumbuhannya secara fisik mulai terlihat. Ia tidak terlihat terlalu 'mengkerut' lagi! Meskipun kakinya mungkin masih terlihat bengkok, kini ia sudah mulai bisa mengangkat sedikit kepalanya saat tengkurap. Tangannya yang masih suka mengepal akan menggenggam apapun yang disentuhnya secara otomatis. Ini adalah refleks alami yang dimilikinya sejak ia dilahirkan.
Sekarang bayi Ibu juga sudah mulai menggumam, mengeluarkan suara seperti mendengkur, atau berdengung untuk mengungkapkan perasaannya. Beberapa bahkan sudah bisa bersuara seperti menjerit dan tertawa. Jangan lupa ya Bu untuk selalu menanggapi apa yang diungkapkannya, tatap matanya dan bayi Anda akan lebih gembira 'berbicara' sambil menatap Anda lho! Jangan merasa 'aneh' untuk berbicara menggunakan bahasa bayi, karena ini adalah langkah awal bayi Anda untuk belajar bicara dan memahami bahasa.
Seiring bertambah usianya, gerak refleks yang dimilikinya saat ia baru lahir akan semakin bertambah. Kini ia bahkan sudah mengerti bahwa ia melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu. Misalnya ia akan menendang-nendang saat lapar. Hebat kan Bu!

ASI untuk Si Satu Bulan

Kini kebutuhan bayi Ibu akan ASI semakin meningkat, sehingga semakin sering pula ia akan meminta Ibu untuk menyusuinya. Ia akan semakin mudah merasa lapar, sehingga jadwal menyusui yang telah Ibu atur harus disesuaikan lagi. Jangan terlalu kaku ya Bu, setelah beberapa hari, bayi Ibu akan kembali pada jadwal normalnya. Imbangi kebutuhan menyusu bayi Ibu yang terus meningkat dengan asupan makanan bergizi, agar produksi ASI Ibu lancar dan kesehatan Ibu pun tetap prima.
Bagaimana Ia Berkomunikasi? Menangis adalah bentuk komunikasi utama dari bayi berusia 1 bulan. Tapi ia sudah mulai bisa mengeluarkan suara-suara lain, seperti bergumam, mendengkur, berdengung, atau bahkan tertawa dan berteriak bila ia merasa senang dan kenyang. Segera hampiri bila bayi Ibu menangis, jangan ragu ya Bu untuk menanggapi ocehannya. Dengan cara ini, bayi Ibu belajar memahami bahwa Ibu bisa memberi kenyamanan padanya. Ada beberapa arti dari tangisan bayi yang dapat Ibu kenali, diantaranya:
  • Lapar: Perut bayi Ibu sangat kecil sehingga tidak bisa diisi terlalu banyak. Karenanya ia cepat merasa lapar. Menangis adalah salah satu caranya untuk memberi tahu Ibu bahwa ia ingin menyusu.
  • Sakit: Saat hidungnya tersumbat karena flu, perutnya kembung, kolik, atau demam, bayi Ibu akan menangis. Periksa suhu tubuhnya dan segera bawa ke dokter untuk tindakan lebih lanjut.
  • Popok Basah/Kotor: Jika popoknya basah atau kotor, bayi Ibu akan merasa tidak nyaman sehingga ia menangis.
  • Kaget: Bayi akan sangat mudah kaget oleh suara keras atau gerakan tiba-tiba.
  • Bosan: Bayi Ibu bisa tiba-tiba menangis jika ia merasa bosan. Gendong dan timanglah untuk menenangkannya kembali.

Bermain dan Mengenali Anggota Tubuhnya

Bermain adalah cara terbaik untuk memperkenalkan bayi Ibu yang baru lahir kepada dunianya yang baru. Gunakan mainan yang berwarna kontras atau buku-buku dengan gambar wajah bayi ya Bu. Mainan ini akan menarik perhatiannya! Lalu, coba angkat kedua tangannya ke atas kepalanya, hitung jari-jarinya sambil Ibu sentuh untuk mengenalkannya kepada anggota tubuhnya. Ia juga sudah mulai bisa menggenggam lho Bu! Jari kelingking Ibu bisa jadi menjadi mainan favoritnya. Ia akan menendang-nendang dan bersuara menggumam untuk mengajak Ibu 'ngobrol'.

Perkembangan Penglihatan Bayi Ibu

Di usia 1 bulan, penglihatan bayi Ibu mulai berkembang, baik kualitas maupun jangkauannya. Meskipun masih sangat terbatas, kini ia sudah mulai bisa berinteraksi dengan lingkungannya lho, Bu. Ia sudah bisa menatap wajah Ibu dan melotot. Bayi Ibu juga mulai tertarik kepada benda-benda bergerak dan wajah Ibu!
Ayo Bu, ajak ia bermain sambil merangsang indera penglihatannya. Mainan-mainan yang berbunyi dapat membantu Ibu melakukan ini. Gerakkan mainan yang berbunyi di dekat mata bayi, gerakkan ke kiri dan ke kanan, atau ke atas dan ke bawah, mendekat dan menjauh. Gampang kan Bu?

Perkuat Ikatan Batin dengan Bayi Ibu

Bayi Ibu sangat senang berada di dekat Ibu. Gerakkan tangan dan kaki mereka dengan lembut dan terus lakukan memijat untuk mendekatkan hubungan Ibu dengan bayi. Coba deh, Ibu peluk erat si Kecil saat sedang menyusui, timang-timang dan gendong sambil berbicara dengan suara yang lembut untuk membuat bayi merasa dicintai dan dilindungi. Kedekatan fisik ini membantu memperkuat ikatan batin dengan si Kecil.

Setiap Bayi Berbeda Satu Sama Lain

Ingat selalu ya Bu, setiap bayi berbeda satu sama lain. Tahap-tahap perkembangan dan pencapaian yang berhasil dilakukannya di usia ini mungkin akan berbeda. Jadikan tahap pencapaian ini sebagai panduan, tapi jangan khawatir bila bayi Ibu sedikit lebih lambat. It's okay, maybe he just needs a little bit time!
illustration

Tahukah Ibu?

Di usianya yang 1 bulan, bayi Ibu sudah bisa tersenyum! Saat tersenyum matanya akan terlihat cerah. Ini artinya dia sedang merasa senang. Senyum ini sangat jarang terjadi, karena bayi Ibu hanya akan tersenyum bila ia siap. Ibu bisa kok menggodanya untuk tersenyum dengan memeluk atau menggelitikinya.

Bayi Yang Baru Lahir

Minggu-Minggu Pertama Ia Melihat Dunia

Selama berbulan-bulan si bayi mungil berada di dalam rahim Ibu yang nyaman dan aman, tidak mengherankan ketika lahir, ia mungkin akan terlihat begitu rapuh, mungil, dan mengkerut. Tangan dan kakinya bahkan belum dapat direntangkan dengan sempurna. Don't be afraid, Mom! Sedikit demi sedikit si Kecil akan berkembang. Minggu-minggu awal akan dihabiskannya untuk membiasakan diri dengan dunia baru. Proses adaptasi ini tentu akan membuat Ibu sangat sibuk, karena tahap ini menjadi tahap perkenalan dan pembelajaran buat Ibu dan si bayi. Just like him, you'll both learn together.

Bergelung dengan Nyaman

Selama di dalam rahim, bayi Ibu bergelung dengan nyaman, karenanya begitu lahir ia akan cenderung untuk selalu bergelung. Ia bahkan menyukai dibungkus dengan selimut yang lembut dan hangat. Hingga berusia 6 bulan, barulah ia akan sepenuhnya terentang sempurna. Tangan dan kakinya sudah bisa direntangkan dan dia tidak akan selalu bergelung lagi.

Makanan Pertama Bayi Ibu

Sumber gizi terbaik untuk bayi Ibu yang baru lahir adalah dari susu yang Ibu berikan berupa ASI. Karenanya saat pertama kali Ibu menggendongnya di ruang bersalin adalah saat terbaik untuk inisiasi menyusui dini. Saat baru melahirkan, tubuh Ibu akan memproduksi kolostrum dalam jumlah yang terbatas. Nah, kolostrum ini sangat baik untuk melindungi bayi Ibu dari infeksi. Rencanakan dengan baik ya Bu, bagaimana Ibu akan menyusui bayi dengan ASI agar semua kebutuhan gizinya bisa terpenuhi. Asupan makanan yang Ibu makan akan mempengaruhi kualitas ASI yang diberikan, karenanya sangat penting untuk makan makanan bergizi dalam jumlah yang lebih banyak daripada saat tidak hamil dan menyusui.

Gerakan Refleks yang Alami

Saat baru lahir, bayi Ibu hanya bisa mengandalkan gerakan refleks alami. Gerakan refleks ini adalah karunia Tuhan agar mereka bisa menyesuaikan diri secara bertahap terhadap lingkungan barunya. Nah, gerakan refleks inilah satu-satunya cara yang mereka kuasai sampai bisa melihat secara sempurna dan otot-ototnya tumbuh lebih kuat. Bayi akan secara refleks mencoba menggenggam jari Ibu saat Ibu menyentuhkannya ke telapak tangan mereka. Secara insting, dia juga akan menoleh ke arah sentuhan lembut Ibu di pipinya. Atau, ia akan spontan menghisap bila Ibu menaruh sesuatu ke mulutnya.
Yuk, pelajari refleks lain yang dibawa sejak bayi lahir!
  • Refleks Moro (terkejut): Refleks ini akan membuat bayi otomatis meregangkan punggungnya, merentangkan tangan dan kaki, dan kadang menangis saat dia mendengar dan merasakan suara yang keras atau gerakan yang tiba-tiba.
  • Refleks Babinski: Ia akan menekuk ke belakang jempol kakinya dan jari-jari lain meregang saat telapak kakinya disentuh.
  • Refleks Langkah: Saat kakinya menyentuh permukaan yang rata, ia akan terlihat seperti akan melangkah atau menari,
  • Refleks Lidah Menjulur: Dia akan menjulurkan lidahnya apabila sesuatu diletakkan di atasnya.

Cara Bayi Ibu Berkomunikasi

Satu-satunya cara bayi Ibu berkomunikasi di minggu-minggu awal usianya adalah lewat tangisan. It'll be amazing! Amati deh bagaimana Ibu akan bisa membedakan suara tangisan bayi Ibu, dan menerjemahkan keinginannya. Perhatikan pula ya saat bayi Ibu menangis, sehingga ia bisa mengenali respon yang memberinya rasa aman dan nyaman. Seiring dengan waktu, Ibu akan bisa mengetahui mengapa bayi Ibu menangis dan bagaimana cara mengartikan setiap tangisannya.

Jadwalnya Hanya Makan dan Tidur

Makan adalah hal yang terpenting dalam hidup bayi Ibu yang baru lahir. Susui ia dengan ASI sesering mungkin ya. Sebagian bayi baru lahir akan minta disusui setiap dua sampai tiga jam sekali, sepanjang hari! Setelah makan, tidur ada di urutan berikutnya. Mereka biasanya membutuhkan 16 sampai 17 jam sehari untuk tidur.
Setiap bayi berbeda satu sama lainnya lho Bu! Jadi jika bayi Ibu sedikit lebih cepat atau lebih lambat berkembang dari yang semestinya, tidak perlu khawatir berlebihan. Bicarakan dengan dokter bila ada yang Ibu ingin ketahui lebih jelas.

Penglihatan Bayi Ibu

Sampai usianya 4 bulanan, bayi Ibu hanya bisa melihat apa yang ada di sekelilingnya dengan samar. Ia baru akan bisa melihat wajah Ibu dengan jelas dalam jarak sangat dekat, yaitu 20-25cm dari matanya. Sistem penglihatannya juga belum memungkinkan dia untuk memusatkan kedua matanya pada satu objek. Baru setelah usia 4-6 bulan, kedua matanya akan mampu melihat secara selaras dan fokus pada satu objek. Nah, saat bayi 8 bulan, baru ia akan mampu melihat dunia barunya dalam persepsi 3 dimensi, seperti halnya Ibu. So, take it easy.

Mengembangkan Ikatan Batin dan Refleks Bayi Lewat Pijatan

Memijat bayi Ibu yang baru lahir dapat membantu membuatnya lebih tenang dan bahagia, selain itu tentu saja memperkuat ikatan batin antara Ibu dan bayi, lewat sentuhan lembut langsung ke kulitnya.
Don't worry Mom! Bila Ibu tidak pandai memijat, sentuhan lembut tangan Ibu saja sudah akan membuatnya merasa nyaman dan terlindungi. Ia bahkan bisa tertidur dengan lelap karena sentuhan Ibu. Percayakan semuanya pada naluri keibuan Ibu, dan rasakan lembutnya kulit bayi Ibu ketika disentuh.
Gunakan minyak pijat alami yang tidak berbahaya bagi bayi ya Bu. Waktu memijat yang paling tepat adalah sesaat sebelum ia tidur atau setelah ia mandi.

illustration

Tahukah Ibu?

Perut bayi yang baru lahir adalah seukuran telur rebus. Sangat kecil ya Bu! Jadi ia hanya bisa makan sangat sedikit, tapi frekuensinya sering. Jaga selalu kondisi kesehatan Ibu, agar bisa memberikan ASI yang berkualitas kepada bayi Ibu, sekaligus menjaga kondisi tubuh Ibu di masa-masa awal yang menyulitkan ini. Minta juga pada suami untuk ikut membantu dalam merawat bayi agar Ibu bisa terhindar dari kelelahan dan depresi pasca melahirkan.

Senin, 13 Mei 2013

Masalah Susah Makan Pada Balita

Ibu mungkin sudah menyusun menu ideal bagi si Kecil, tapi akhirnya hanya berakhir di atas kertas. Seringkali saat melihat si Kecil langsung menolak makanan yang disodorkan, banyak Ibu langsung merasa upayanya takkan berhasil.
Wah, jangan keburu putus asa ya, Bu. Susah makan adalah salah satu masalah yang paling sering ditemui pada balita. Jadi, bukan hanya Ibu yang mengalaminya, dan bukan juga alasan untuk menyerah pada keadaan. Jika Ibu menyerah dan mengikuti semua keinginan makan si Kecil tanpa pikir panjang, bisa-bisa justru Ibu tanpa sadar telah menerapkan pola makan yang salah untuk si Kecil.  So, let’s try these tips to handle your little fussy eater!
  • Ciptakan rutinitas makan bagi si Kecil. Sebisa mungkin, buatlah jadwal makan pada jam-jam ia akan merasa lapar. Insting keibuan pasti akan membantu Ibu untuk mengetahuinya. Tenang saja, bila ia makin besar, otomatis jadwal makannya akan menyesuaikan dengan anggota keluarga lain kok.
     
  • Jangan memaksa si Kecil makan dengan cepat atau menghabiskan semua makanan di piringnya. Jika si Kecil merasa “tertekan”, selera makannya malah akan menurun drastis dan cenderung rewel.
     
  • Si Kecil langsung menolak makanan tertentu yang Ibu berikan? Ini hal wajar, jangan langsung menyerah! Coba lagi berikan jenis makanan yang sama dalam beberapa hari kemudian. Ibu juga bisa mengakalinya dengan merubah variasi rasa atau penyajian untuk jenis makanan tersebut. Bersabar saja ya, Bu, karena menurut para ahli, seorang balita bisa menolak makanan tertentu sebanyak 10 kali hingga akhirnya menyukainya.
     
  • Ciptakan suasana makan yang tenang, sehingga si Kecil hanya fokus pada makanannya. Sebaiknya, hindari menonton TV saat makan ya, Bu.
     
  • Biasakan untuk memulai makan dengan porsi kecil secukupnya dan tambahkan hanya bila si Kecil terlihat masih lapar.
     
  • Sayuran sering menjadi ‘monster’ makanan bagi anak-anak. Tak usah ditanya berapa banyak orang tua yang stres karena anaknya tak suka sayuran. Coba menyiasatinya dengan memberikan sayuran rebus sebagai snack. Beri celupan krim keju atau mayonaise agar ia tertarik. Ibu juga bisa menyelipkannya pada makanan lain agar tak terlihat oleh si Kecil, misalnya menjadi topping pizza kegemarannya atau dalam saus tomat spaghetti.
     
  • Perlu Ibu tahu bahwa sayuran dan buah mengandung nutrisi yang hampir serupa. Jadi bila si Kecil kurang suka sayur, tapi menyukai buah, maka tak perlu khawatir. Beri saja ia buah, sambil tetap mencoba memberikan sayur dengan cara yang kreatif.
     
  • Beri contoh makan yang baik pada si Kecil. Jadi, jangan hanya si Kecil yang harus makan sayur, Ibu pun harus terlihat menikmati makan sayur. Percaya deh, kelak ia akan terbiasa dengan pola makan yang berlaku di keluarga. It’s only a matter of time!
     
  • Puji si Kecil saat ia menghabiskan makanannya atau terlihat menikmati makanan sehat. Di lain pihak, jangan mudah emosi saat kebiasaan susah makannya sedang kumat ya, Bu.
     
  • Ceritakan tentang betapa enaknya bayam atau buah apel yang Ibu makan. Jangan ragu mengeluarkan pernyataan ekspresif tentang makanan sehat, seperti “Sop sayur ini enak sekali”, atau “Buah stroberi ini rasanya seperti es krim lho! ”.
     
  • Jauhkan kebiasaan memaksa makan pada si Kecil. Jangan juga gunakan ancaman, seperti “tak boleh main kalau makan tidak habis”. Kebiasaan buruk ini justru rawan menimbulkan stres pada Ibu dan anak.
     
  • Perlu diingat bahwa orang tua dan anggota keluarga lain harus konsisten dalam menciptakan pola makan yang baik pada si Kecil. Jangan sampai, Ibu meminta si Kecil makan sayur, tapi Ayah justru membelanya setengah mati saat si Kecil memuntahkan sayuran dari mulutnya.
Nah, berbagai tips tersebut bisa Ibu coba terapkan untuk menanggulangi susah makan pada balita. Tapi yang terpenting, Ibu harus terus bersabar ya. Selera makan si Kecil memang masih berubah-ubah setiap harinya. Jangan menyerah untuk terus berupaya memberinya makanan sehat. Saat menjadi ibu, kita memang dituntut untuk jauh lebih kreatif, termasuk soal pemberian makan. 

cfrom: bbclub

Berpergian Bersama Batita

Mengajak si Kecil berlibur memang akan menjadi pengalaman seru dan menyenangkan.  Kesempatan ini akan membuat hubungan orang tua dan anak semakin dekat. Tapi tentunya, berlibur bersama batita butuh persiapan khusus, agar si Kecil maupun orang tua merasa nyaman. Liburan pun bisa berjalan dengan lancar dan menyenangkan.
Hal terpenting yang perlu dilakukan sebelum berlibur bersama batita adalah persiapan matang oleh Ibu dan suami. Tak bisa dipungkiri, membawa si Kecil berlibur pasti akan lebih merepotkan dibanding jika Ibu hanya pergi berdua bersama suami. Tapi tak usah khawatir, asal tahu bagaimana mempersiapkan diri, liburan menyenangkan akan dapat terwujud.
Pertama, mulailah menentukan tempat tujuan berlibur, mengecek penginapan, transportasi, dan lainnya. Perhatikan unsur keamanan dan kenyamanan bagi si Kecil ya Bu agar liburan berjalan lancar.
Ketika berlibur dengan anak usia 12-24 bulan, Ibu bisa membawanya pergi ke berbagai tempat yang dapat menambah wawasannya, misalnya ke kebun binatang, pantai, dan lain-lain. Ingat lho Bu, bahwa Anda membawa si Kecil jalan-jalan, sehingga jangan sampai ia tertidur atau kelelahan mengikuti jadwal liburan. Pastikan untuk mengecek jarak antara rumah dan lokasi wisata, kondisi tempat wisata, dan lainnya agar si Kecil tidak bosan dalam perjalanan.
Kerjasama antara Ibu dan suami selama berlibur juga sangat penting lho. Pastikan pembagian tugas yang adil, seperti menggendong, menyiapkan makanan, memandikan anak, dan lain-lain. Jadi semua pihak tetap dapat menikmati liburannya.
 

Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Keuntungan traveling dengan si Kecil adalah ia sudah bisa mengonsumsi makanan orang dewasa, sehingga Ibu tidak perlu repot membuat makanan untuknya. Dengan demikian, Ibu tidak perlu membawa seluruh peralatan makan si Kecil. Ibu hanya perlu mengecek menu restoran dan memilihkan  menu makanan yang bisa disantap si Kecil. Jangan lupa tetap memperhatikan asupan nutrisinya ya, Bu. Terutama jika liburan berlangsung beberapa hari. Jangan sampai si Kecil malah jatuh sakit karena kekurangan asupan kalori dan nutrisi.
Berikut ini tips bepergian dengan menggunakan mobil, kereta api, atau pesawat terbang yang mungkin bisa membantu Ibu menjalani liburan yang lancar dan menyenangkan.

Traveling dengan Pesawat Terbang:

  • Bawa makanan kecil, minuman, atau permen untuk bekal di pesawat. Permen atau minuman dapat diberikan pada saat take off dan landing untuk mengurangi tekanan udara.
     
  • Siapkan ear plug agar telinga si Kecil tidak sakit saat mengalami tekanan udara di kabin.
     
  • Bawa mainan favoritnya. Beberapa penerbangan selalu menyediakan goody bag untuk anak kecil. Namun, ada baiknya Ibu menyiapkan mainan favorit untuk membuatnya sibuk.
     
  • Siapkan tas khusus untuk keperluan si Kecil agar Ibu tidak repot.
     
  • Jika bepergian ke luar negeri, pastikan si Kecil telah mendapatkan imunisasi standarnya.
     
  • Bawa stroller yang ringan dan baby sling (gendongan bayi) agar tidak merepotkan Ibu.
     
  • Pastikan Ibu telah mengecek cuaca di tempat tujuan.

Traveling dengan Mobil/Kendaraan di Darat

  • Jika bepergian dengan mobil, pastikan untuk berhenti setelah 2 jam untuk pergi ke toilet, memberi makan, dan mengajak si kecil untuk bermain sebentar.
     
  • Jika memungkinkan, sebaiknya perjalanan dilakukan menjelang waktu tidurnya agar ia tidak kelelahan.
     
  • Siapkan tas berisi mainan favoritnya. Berikan mainan satu demi satu agar ia tidak bosan.
     
  • Siapkan CD lagu favoritnya, jangan ragu untuk menyanyikan lagu favorit agar ia tidak bosan.
     
  • Siapkan bantal kecil dan selimut kecil.
     
  • Jika bepergian dengan mobil, siapkan car seat. Tapi pastikan Ibu berhenti setiap 2 jam, agar si Kecil bisa bersantai sejenak.
     
  • Jika pergi dengan kereta, pastikan Ibu membawa tas perlengkapan si Kecil yang berisi makanan, popok, tisu basah, dan lain-lain.

Selain itu, agar Ibu tidak melupakan barang penting untuk dibawa saat berlibur, silakan lihat daftar berikut :

  • Jaket
     
  • Sepatu dan kaus kaki
     
  • Piyama
     
  • Selimut kecil
     
  • Topi
     
  • Popok secukupnya
     
  • Krim popok
     
  • Obat-obatan
     
  • Sunscreen
     
  • Celemek makan
     
  • Mainan
     
  • 1 set peralatan makan
     
  • Sabun pencuci alat makan
     
  • Snack
Semoga sekarang Ibu sudah merasa lebih yakin untuk mengajak si Kecil berlibur ya. Enjoy the holiday!

cfrom: bbclub

Info & Tips Seputar Makanan Balita

Dorong Si Kecil Menikmati Makanannya

Setiap anak memiliki kebiasaan unik yang berbeda, mulai dari jenis makanan kesukaan, hingga cara memakannya. Si Kecil memang sedang memasuki tahapan perkembangan sifat, kepribadian, hingga kegemaran. Salah satu cara efektif membuat si Kecil menikmati makanannya adalah dengan melibatkannya saat Ibu memasak dan mempersiapkan makanan untuknya.

Buat Jadwal Makan Teratur

Menciptakan rutinitas makan sangat penting bagi anak. Biasakan ia makan dan mengemil pada waktu yang sama setiap harinya. Upayakan untuk tidak memberinya makan mendekati jam tidurnya ya Bu, karena anak akan cenderung mengantuk dan akhirnya tak menghabiskan makanannya. Selain itu, beri jeda perut kosong selama 1,5-2 jam sebelum waktu makannya agar si Kecil merasa lapar. 
Selain tiga kali makanan utama, berikan juga snack sebanyak 2-3 kali pada si Kecil sepanjang hari. Pilih jenis camilan yang sehat ya Bu, seperti buah segar, buah kering lunak, crackers, kue beras, sandwich mini, potongan keju, atau sayuran segar. 
Jangan memberikan terlalu banyak susu sebagai camilannya sepanjang hari. Susu mempunyai efek mengenyangkan bagi perut si Kecil, sehingga bila dikonsumsi berlebihan dapat mengurangi nafsu makannya. Jika si Kecil haus, berikan saja air putih.

Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan

  • Jadikan waktu makan sebagai kesempatan bercengkerama dengan si Kecil. Jika khawatir waktu makan malam keluarga terlalu telat untuknya, biarkan ia makan malam terlebih dahulu. Kemudian, saat anggota keluarga lain makan, biarkan ia menikmati camilannya di meja makan.
     
  • Tawari si Kecil beberapa jenis makanan dan biarkan ia memilih mana yang ia sukai. Kebebasan untuk memilih ini akan membuatnya merasa lebih senang.
     
  • Berikan porsi makanan sesuai ukuran perut si Kecil. Lebih baik si Kecil sendiri yang meminta tambah saat ia merasa masih lapar.
     
  • Jangan paksa si Kecil menghabiskan makanan saat ia telah merasa kenyang.
     
  • Sajikan makanan dengan bentuk dan warna yang menarik. Misalnya memberi hiasan mata dari potongan wortel pada telur mata sapi, atau membuat kue dengan berbagai bentuk binatang.
     
  • Ajak si Kecil untuk menciptakan nama-nama unik pada berbagai jenis makanan. Misalnya Mister B untuk menyebut Brokoli, dan sebagainya.
     
  • Gunakan peralatan makan yang lucu dan menarik. Bila perlu, pilih peralatan dengan gambar tokoh kartun kesayangannya.
     
  • Sesekali, biarkan si Kecil belajar makan sendiri. Berantakan? Sudah pasti! Tapi biarkan ia sesekali bereksplorasi dan menikmati makanan dengan caranya sendiri.
     
  • Ajak si Kecil makan sambil bermain, misalnya pura-pura berpiknik di dalam rumah dengan menggelar karpet dan peralatan piknik lainnya. Jangan sungkan untuk sedikit bermain “drama” agar suasana makan menjadi menyenangkan bagi si Kecil.

Ayo, Coba Libatkan Si Kecil!

  • Biasanya, anak akan bersemangat saat diajak belanja dan memilih sendiri makanannya. Apalagi jika diijinkan untuk ikut membantu memasaknya di rumah. Jangan heran, pengalaman seru ini akan membuat nafsu makannya melonjak lho, Bu!
     
  • Buat si Kecil merasa tertantang dengan memintanya membantu mengambil jenis makanan tertentu di supermarket. Misalnya, minta ia mengambilkan tomat atau wortel. Beri pujian saat si Kecil dapat mengambilkan makanan yang tepat sesuai permintaan Ibu.
     
  • Mengajak si Kecil memasak terasa riskan? Tipsnya, biarkan ia membantu untuk hal-hal yang mudah dan aman. Misalnya, mencuci buah dan sayuran.
     
  • Biarkan si Kecil melihat Ibu memasak makanan. Ajak ia berbicara tentang makanan yang sedang Ibu siapkan, vitamin apa yang ada pada sayuran yang Ibu masak, dan lainnya. Percaya deh, sambil duduk di kursinya, si Kecil akan terpukau melihat Ibunya mengupas dan memotong aneka jenis bahan makanan.

Perlakukan Si Kecil Sebagai Individu

  • Meskipun masih kecil, balita seringkali punya selera tertentu tentang jenis makanan kesukaan atau cara penyajian makanannya.
     
  • Ibu dapat menyediakan peralatan makan khusus sesuai pilihan dan kesukaannya, agar si Kecil makin bersemangat menghabiskan makanannya.
Namun, meskipun Ibu memperhatikan kebebasan si Kecil dalam memilih makanan, jangan lupa untuk tetap mengatur asupan nutrisinya ya, Bu. Lakukan pendekatan penuh kasih sayang saat memberinya pengertian tentang makanan sehat, atau pentingnya menghabiskan makanan agar cepat tumbuh besar. Selain itu, pintar-pintarlah berkreasi menciptakan kombinasi menu yang sehat dan menarik bagi si Kecil. Di sinilah akan terasa serunya menjadi seorang ibu!
Selamat mencoba...
 
 
cfrom: bbclub

Atasi Masalah Tidur Balita

Masalah Tidur Balita Sering Terjadi

Si Kecil tak juga mau tidur siang atau terbangun mengajak bermain tengah malam? Jangan resah, kondisi ini memang seringkali terjadi pada balita. Tak usah bingung, Bu. Mari pelajari faktor penyebab dan cara mengatasinya.

Apa Penyebabnya?

Tak ada teori pasti tentang penyebab sulit tidur pada balita. Seringkali, masalah ini sebenarnya dapat Ibu atasi dengan sedikit merubah kebiasaan atau aktivitas harian, agar mereka dapat tidur lebih lelap di malam hari.
Berdasarkan pengamatan sejumlah ahli, beberapa faktor yang kerap menimbulkan masalah tidur pada balita adalah:
Pola Makan
Balita yang tidak biasa makan teratur dan cenderung diberi makan saat ia minta, cenderung mudah lapar. Perutnya takkan tahan dalam keadaan kosong untuk jangka waktu lama seperti saat tidur malam hari. Solusinya adalah menerapkan pola makan teratur (3 x makan, 2 x snack) yang akan membuat si Kecil mengonsumsi lebih banyak makanan pada jam-jam aktifnya. Sehingga, perutnya telah terisi dengan baik saat ia tidur di malam hari.
Kelelahan
Balita yang kelelahan malah berisiko sulit tidur nyenyak lho, Bu. Jadi, cobalah ciptakan rutinitas tidur dan istirahat siang bagi si Kecil, sehingga tubuhnya terhindar dari kelelahan. Saat malam hari, biasakan untuk meredupkan lampu saat memasuki waktu tidurnya. Lampu temaram juga akan membuat si Kecil tidur lebih nyenyak.
Stimulasi Berlebihan
Mengajaknya bermain atau memberinya stimulasi untuk aktif bergerak memang baik untuk pertumbuhannya. Tapi, cobalah membuat si Kecil lebih rileks menjelang waktu tidurnya di malam hari. Membacakan buku cerita atau memutar musik pengantar tidur akan menjadi solusi efektif untuk membuat otak dan tubuh si Kecil lebih santai, hingga akhirnya tertidur pulas.
Si Kecil Merasa Kurang Nyaman
Saat merasa kurang nyaman, siapa pun akan cenderung sulit tidur nyenyak. Coba cari tahu, apa mungkin si Kecil kedinginan, kepanasan, atau baju tidur yang dikenakannya kurang nyaman.
Bagaimana Cara Memperkenalkan Rutinitas Tidur pada Si Kecil ?
Balita Ibu akan lebih rileks dan mudah untuk tidur jika terbiasa dengan rutinitas jam tidur. Salah satunya dengan menciptakan waktu bersantai sekitar 15-20 menit sebelum waktu tidurnya. Ibu juga dapat memanfaatkan waktu bersantai ini untuk membacakannya cerita, memandikannya dengan air hangat sebelum tidur, atau sekedar memeluknya sambil mengobrol. Cara ini akan efektif membuat si Kecil lebih rileks sebelum tidur.
Ciptakan juga suasana yang membuat istirahat si Kecil menjadi nyaman. Kenakan piyama berbahan katun lembut yang nyaman, dan jaga suhu ruangan agar tak terlalu dingin atau panas. Matikan TV dan nyalakan lampu redup, agar si Kecil paham perbedaan antara siang dan malam hari.
Beberapa tips lain yang mungkin membantu Ibu mengatasi balita yang sulit tidur adalah:
  • Agar si Kecil rileks dan tenang, Ibu juga harus rileks lho. Perasaan tenang ibunya akan menular pada si Kecil. Jika si Kecil tak juga mau berhenti bergerak, cobalah untuk membiarkannya sendirian sekitar 5-10 menit. Biasanya mereka akan menjadi lebih tenang, dan mulai mencari Ibu untuk merasa nyaman.
  • Jika si Kecil terbangun di malam hari, lakukan cara yang sama (biarkan sejenak, tunggu ia menjadi tenang). Tetap ciptakan suasana tenang dan redup agar si Kecil kembali merasa mengantuk dan segera tertidur pulas.
  • Jika sulit tidur disebabkan kondisi kesehatan si Kecil yang menurun, sebaiknya Ibu periksakan ke dokter ya. Bila dibiarkan, kondisi sulit tidur justru akan memperlambat kesembuhannya.
cfrom: bbclub

Masalah Umum Balita

MASALAH UMUM PADA BALITA

Seiring pertumbuhan usia si Kecil, akan ada hal-hal baru yang terjadi padanya. Ayo Bu, jangan takut dan mari bersiap menghadapinya!

Si Kecil Susah Makan

Jangan keburu putus asa ya saat si Kecil langsung menolak makanan yang disodorkan. Perlu diketahui Bu, susah makan adalah salah satu masalah yang paling sering ditemui pada balita lho, jadi bukan hanya Ibu yang mengalaminya. Bagaimana cara mengatasinya? Simak langkah-langkah berikut:
  • Ciptakan rutinitas makan yang teratur lagi si Kecil.
     
  • Jangan memaksa si Kecil makan dengan cepat atau menghabiskan semua makanan di piringnya.
     
  • Berikan variasi rasa atau penyajian untuk jenis makanan tertentu.
     
  • Ciptakan suasana makan yang tenang agar si Kecil bisa fokus dengan makanannya.
     
  • Mulai berikan makan dengan porsi kecil dan tambahkan bila si Kecil masih lapar.
     
  • Bila si Kecil tidak suka sayuran, siasati salah satunya dengan menceritakan betapa enaknya sayuran yang Ibu makan. Si Kecil belajar dengan mencontoh Ibu, termasuk kebiasaan Ibu mengonsumsi sayuran.
     
  • Jangan lupa ya puji si Kecil saat ia berhasil menghabiskan makanannya atau ketika ia menikmati makanan sehat.

Si Kecil Susah Tidur

Idealnya, si Kecil seharusnya tidur sekitar 11 jam setiap malam, ditambah 1,5 jam pada siang hari. Tapi kalau si ia sulit tidur, sering terbangun di tengah malam atau bangun terlalu pagi, itu wajar kok Bu. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya, bisa saja saat Ibu menyuruhnya tidur di malam hari, ia sebenarnya masih ingin bermain.
Berikut adalah hal-hal yang perlu Ibu perhatikan:
  • Jika si Kecil tergolong yang makan sedikit tapi sering, biasanya ia juga cepat lapar sehingga mudah terbangun di malam hari dan rewel. Cobalah menambah porsi makannya sedikit demi sedikit, ubah kebiasaan makan sedikit tapi sering secara perlahan.
     
  • Ciptakan rutinitas tidur yang teratur agar si Kecil terbiasa dengan jam tidurnya.
     
  • Buatlah si Kecil merasa rileks dan nyaman menjelang waktu tidurnya. Belailah si Kecil dengan lembut, atur pencahayaan dan suhu ruang, pastikan ia mengenakan baju tidur yang menyerap keringat, dan bila perlu, Ibu bisa membacakan cerita atau memutar lagu yang menenangkan.

Si Kecil Susah Minum Susu

Meskipun balita Ibu sekarang telah memperoleh nutrisi dari makanannya, tetap saja susu tidak boleh dilupakan karena masih dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Perlu diketahui Bu, balita membutuhkan sedikitnya 350 ml susu, bisa berupa minuman atau dicampur sereal. Kalau si Kecil rewel bila diberikan susu, beberapa tips berikut bisa Ibu coba:
  • Sajikan susu dalam gelas berbentuk menarik agar si Kecil tertarik meminumnya.
     
  • Bila biasanya ia minum susu dingin, cobalah sodorkan segelas susu hangat. Begitu pula sebaliknya.
     
  • Sajikan susu yang sudah dicampur dengan semangkuk sereal atau bubur havermut.
     
  • Ibu bisa berkreasi dengan makanan yang menggunakan susu, misalnya puding susu.
 
 
cfrom: bbclub

Info dan Tips Praktis Makan Balita

Dorong Si Kecil Menikmati Makanannya

Setiap anak memiliki kebiasaan unik dan berbeda, mulai dari jenis makanan kesukaan, hingga cara memakannya. Si Kecil memang sedang memasuki tahapan perkembangan sifat, kepribadian, hingga kegemaran. Salah satu cara efektif untuk membuat si Kecil menikmati makanannya adalah dengan melibatkannya saat Ibu memasak dan mempersiapkan makanan untuknya.

Buat Jadwal Makan Teratur

  • Menciptakan rutinitas makan sangat penting bagi anak. Biasakan ia makan dan mengemil pada waktu yang sama setiap harinya. Upayakan untuk tidak memberinya makan mendekati jam tidurnya ya Bu, karena anak akan cenderung mengantuk dan akhirnya tak menghabiskan makanannya. Selain itu, beri jeda perut kosong selama 1,5 – 2 jam sebelum waktu makannya agar si Kecil merasa lapar.
     
  • Selain tiga kali makanan utama, berikan juga snack sebanyak 2-3 kali pada si Kecil sepanjang hari. Pilih jenis cemilan yang sehat ya, Bu, seperti buah segar, buah kering lunak, crackers, kue beras, sandwich mini, potongan keju, atau sayuran segar.
     
  • Jangan memberikan terlalu banyak susu sebagai camilannya sepanjang hari. Susu mempunyai efek mengenyangkan bagi perut si Kecil, sehingga bila dikonsumsi berlebihan dapat mengurangi nafsu makannya. Jika si Kecil haus, berikan saja air putih.

Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan

  • Jadikan waktu makan sebagai kesempatan bercengkerama dengan si Kecil. Jika khawatir waktu makan malam keluarga terlalu telat untuknya, biarkan ia makan malam terlebih dahulu. Kemudian, saat anggota keluarga lain makan, biarkan ia menikmati camilannya di meja makan.
  • Tawari si Kecil beberapa jenis makanan dan biarkan ia memilih mana yang ia sukai. Kebebasan untuk memilih ini akan membuatnya merasa lebih senang.
  • Berikan porsi makanan sesuai ukuran perut si Kecil. Lebih baik si Kecil sendiri yang meminta tambah saat ia merasa masih lapar.
  • Jangan paksa si Kecil menghabiskan makanan saat ia telah merasa kenyang.
  • Sajikan makanan dengan bentuk dan warna yang menarik. Misalnya memberi hiasan mata dari potongan wortel pada telur mata sapi, atau membuat kue dengan berbagai bentuk binatang.
  • Ajak si Kecil untuk menciptakan nama-nama unik pada berbagai jenis makanan. Misalnya Mister B untuk menyebut Brokoli, dan sebagainya.
  • Gunakan peralatan makan yang lucu dan menarik. Bila perlu, pilih peralatan dengan gambar tokoh kartun kesayangannya.
  • Sesekali, biarkan si Kecil belajar makan sendiri. Berantakan? Sudah pasti! Tapi biarkan ia sesekali bereksplorasi dan menikmati makanan dengan caranya sendiri.
  • Ajak si Kecil makan sambil bermain, misalnya pura-pura berpiknik di dalam rumah dengan menggelar karpet dan peralatan piknik lainnya. Jangan sungkan untuk sedikit bermain “drama” agar suasana makan menjadi menyenangkan bagi si kecil.

Ayo, Coba Libatkan si Kecil!

  • Biasanya, si Kecil akan bersemangat saat diajak belanja dan memilih sendiri makanannya. Apalagi jika diijinkan untuk ikut membantu memasaknya di rumah. Jangan heran, pengalaman seru ini akan membuat nafsu makannya melonjak lho, Bu!
  • Buat si Kecil merasa tertantang dengan memintanya membantu mengambil jenis makanan tertentu di supermarket. Misalnya, minta ia mengambilkan tomat atau wortel. Beri pujian saat si Kecil dapat mengambilkan makanan yang tepat sesuai permintaan Ibu.
  • Mengajak si Kecil memasak terasa riskan? Tipsnya, biarkan ia membantu untuk hal-hal yang mudah dan aman. Misalnya, mencuci buah dan sayuran.
  • Biarkan si Kecil melihat Ibunya memasak makanan. Ajak ia berbicara tentang makanan yang sedang Ibu siapkan, vitamin apa yang ada pada sayuran yang Ibu masak, dan lainnya. Percaya deh, sambil duduk di kursinya, si Kecil akan terpukau melihat Ibunya mengupas dan memotong aneka jenis bahan makanan.

Perlakukan Si Kecil Sebagai Individu

  • Meskipun masih kecil, balita seringkali punya selera tertentu tentang jenis makanan kesukaan atau cara penyajian makanannya.
     
  • Ibu dapat menyediakan peralatan makan khusus sesuai pilihan dan kesukaannya, agar si Kecil makin bersemangat menghabiskan makanannya.
Namun, meskipun Ibu memperhatikan kebebasan si Kecil dalam memilih makanan, jangan lupa untuk tetap mengatur asupan nutrisinya ya, Bu. Lakukan pendekatan penuh kasih sayang saat memberinya pengertian tentang makanan sehat, atau pentingnya menghabiskan makanan agar cepat tumbuh besar. Selain itu, pintar-pintarlah berkreasi menciptakan kombinasi menu yang sehat dan menarik bagi si Kecil. Di sinilah akan terasa serunya menjadi seorang Ibu. 
Selamat mencoba...


cfrom: bbclub

Alergi Makanan Pada Balita dan Cara Menanganinya

MASALAH UMUM PADA BALITA

Seiring pertumbuhan usia si Kecil, akan ada hal-hal baru yang terjadi padanya. Ayo Bu, jangan takut dan mari bersiap menghadapinya!

Si Kecil Susah Makan

Jangan keburu putus asa ya saat si Kecil langsung menolak makanan yang disodorkan. Perlu diketahui Bu, susah makan adalah salah satu masalah yang paling sering ditemui pada balita lho, jadi bukan hanya Ibu yang mengalaminya. Bagaimana cara mengatasinya? Simak langkah-langkah berikut:
  • Ciptakan rutinitas makan yang teratur bagi si Kecil.
     
  • Jangan memaksa si Kecil makan dengan cepat atau menghabiskan semua makanan di piringnya.
     
  • Berikan variasi rasa atau penyajian untuk jenis makanan tertentu.
     
  • Ciptakan suasana makan yang tenang agar si Kecil bisa fokus dengan makanannya.
     
  • Mulai berikan makan dengan porsi kecil dan tambahkan bila si Kecil masih lapar.
     
  • Bila si Kecil tidak suka sayuran, siasati salah satunya dengan menceritakan betapa enaknya sayuran yang Ibu makan. Si Kecil belajar dengan mencontoh Ibu, termasuk kebiasaan Ibu mengonsumsi sayuran.
     
  • Jangan lupa ya puji si Kecil saat ia berhasil menghabiskan makanannya atau ketika ia menikmati makanan sehat.

Si Kecil Susah Tidur

Idealnya, si Kecil seharusnya tidur sekitar 11 jam setiap malam, ditambah 1,5 jam pada siang hari. Tapi kalau si ia sulit tidur, sering terbangun di tengah malam atau bangun terlalu pagi, itu wajar kok Bu. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya, bisa saja saat Ibu menyuruhnya tidur di malam hari, ia sebenarnya masih ingin bermain.
Berikut adalah hal-hal yang perlu Ibu perhatikan:
  • Jika si Kecil tergolong yang makan sedikit tapi sering, biasanya ia juga cepat lapar sehingga mudah terbangun di malam hari dan rewel. Cobalah menambah porsi makannya sedikit demi sedikit, ubah kebiasaan makan sedikit tapi sering secara perlahan.
     
  • Ciptakan rutinitas tidur yang teratur agar si Kecil terbiasa dengan jam tidurnya.
     
  • Buatlah si Kecil merasa rileks dan nyaman menjelang waktu tidurnya. Belailah si Kecil dengan lembut, atur pencahayaan dan suhu ruang, pastikan ia mengenakan baju tidur yang menyerap keringat, dan bila perlu, Ibu bisa membacakan cerita atau memutar lagu yang menenangkan.

Si Kecil Susah Minum Susu

Meskipun balita Ibu sekarang telah memperoleh nutrisi dari makanannya, tetap saja susu tidak boleh dilupakan karena masih dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Perlu diketahui Bu, balita membutuhkan sedikitnya 350 ml susu, bisa berupa minuman atau dicampur sereal. Kalau si Kecil rewel bila diberikan susu, beberapa tips berikut bisa Ibu coba:
  • Sajikan susu dalam gelas berbentuk menarik agar si Kecil tertarik meminumnya.
     
  • Bila biasanya ia minum susu dingin, cobalah sodorkan segelas susu hangat. Begitu pula sebaliknya.
     
  • Sajikan susu yang sudah dicampur dengan semangkuk sereal atau bubur havermut.
     
  • Ibu bisa berkreasi dengan makanan yang menggunakan susu, misalnya puding susu.
 
 
cfrom: bbclub

Pola Makan Bagi Balita Ibu

Si Kecil nampak tumbuh dengan pesat. Sebagai Ibu, pasti muncul perasaan takjub dan bangga melihatnya tumbuh sehat. Pada masa tumbuh kembang ini, peran Ibu memang sangat penting dalam memastikan asupan nutrisi dan energi yang tepat bagi si Kecil.
Pesatnya pertumbuhan harus dimbangi dengan pola makan yang baik. Si Kecil harus makan 3 porsi kecil bernutrisi seimbang setiap harinya. Plus, 2 kali snack di antara jeda makanan utamanya.  Rutinitas makan dan camilan tak hanya memberikan energi ekstra yang dibutuhkan anak. Kebiasaan teratur ini juga akan membantu menciptakan selera makan yang baik. Coba deh Ibu terapkan, dan si Kecil akan terbiasa merasa lapar pada jam ia biasa diberi makanan.
Pemberian snack juga penting untuk menjaga asupan energi di sela-sela waktu makan, dan mencegah si Kecil menjadi terlalu lapar. Hati-hati ya Bu, lapar yang berlebihan justru bisa membuat si Kecil enggan makan. Kebanyakan, balita membutuhkan jeda makan 1,5 - 2 jam untuk membuatnya kembali merasa lapar.
Ciptakan juga suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Variasi makanan juga harus diperhatikan. Secara bertahap, ia pasti akan belajar untuk mengunyah makanan dengan tekstur dan bentuk yang semakin mendekati masakan keluarga. Bersabar dan nikmati setiap tahap pembentukan pola makannya ya, Bu.
 

Bagaimana Pola Makan Berimbang Bagi si Kecil?

Sarapan

Kebiasaan sarapan akan membuat si Kecil memperoleh asupan energi dan nutrisi untuk bekal memulai aktivitas hariannya. Pilih menu sehat yang ringan dan mudah dicerna ya, Bu. Sereal gandum, bubur ayam, atau roti bisa menjadi pilihan. Segelas susu sebagai penutup akan membuat asupan energinya makin sempurna.

Makan Siang

Nah, untuk makan siang, biasakan memberinya makanan bernutrisi lengkap yang kaya kandungan karbohidrat. Tak hanya nasi, Ibu bisa mencoba variasi sumber karbohidrat seperti mie, pasta, atau roti. Untuk memenuhi kebutuhan protein, jangan lupa beri si Kecil dengan daging, ayam, telur, atau sumber protein nabati seperti kacang-kacangan. Begitu pula dengan sayuran, sajikan variasi menu atau bentuk yang menarik bagi si Kecil. Akhiri makan siang dengan sepotong kecil buah, segelas air atau jus buah segar.

Makan Malam

Biasanya, porsi makan malam si Kecil agak lebih sedikit dibanding saat makan siang karena perutnya sudah lumayan terisi dengan makanan dan snack sepanjang hari. Belum lagi, mood si Kecil biasanya mulai meredup karena mulai lelah setelah beraktivitas seharian.
Untuk kombinasi menu, tetap upayakan mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin, mineral, dan air. Tak ada salahnya kok bila menu makan malam dibuat sama dengan menu makan siangnya. Hanya porsinya saja yang mungkin bisa sedikit Ibu kurangi.

Kombinasi Menu Makanan

Terkadang anak tertentu enggan makan sayur atau daging di malam hari. Nah, coba siasati dengan memberinya menu sayur dan daging saat makan siang. Sedangkan saat makan malam, Ibu bisa berikan menu ringan bergizi, seperti sandwich keju, telur dadar, dan sejenisnya. Biasakan juga minum susu sebelum tidur agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik.

Camilan Sehat

Perut balita Ibu masih kecil, mungkin ukurannya hanya seperlima perut Ibu. Jadi, porsi makan untuknya memang harus dibuat kecil, namun tetap kaya nutrisi dan energi. Frekuensi makan juga harus diperhatikan agar kebutuhan energinya selalu terpenuhi. Camilan sehat akan turut berperan penting membuat ia tetap ceria dan bersemangat.
Sebaiknya, jangan terbiasa memberikan camilan instan yang kurang sehat. Coba berikan camilan alami bergizi, misalnya:
  • Potongan buah
     
  • Aneka camilan tradisional dari tepung beras
     
  • Buah kering segar, seperti kismis, keripik apel, atau pisang
     
  • Sayuran rebus, seperti wortel ukuran jari atau kuntum brokoli kecil
     
  • Roti panggang 
     
  • Biskuit tawar
     
  • Roti sandwich mini
     
  • Potongan kecil keju
     
  • Puding
     
  • Aneka pasta porsi kecil
 

Biasakan Balita Minum Susu

Susu dapat melengkapi kebutuhan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan balita Ibu. Untuk itu, biasakan minum minimal setengah gelas susu di pagi dan sore/malam hari. Ibu juga bisa memberikan susu sebagai padanan snack, misalnya dalam bentuk puding.
Balita membutuhkan sekitar 2 – 2,5 (500 – 600 ml) gelas susu setiap harinya, dan tentunya air putih. Jangan memberinya susu lebih dari 600 ml dalam sehari ya, Bu, karena kebiasaan minum susu berlebih akan membuatnya kenyang dan kehilangan selera makan. 
Selain jumlahnya, Ibu juga harus memperhatikan kandungan gizi pada susu yang diberikan pada balita. Sebelum si Kecil berusia dua tahun, jangan berikan ia susu rendah lemak karena kandungan energi dan vitaminnya tidak mencukupi kebutuhan gizinya. Sebaiknya, berikan susu khusus balita yang seringkali telah dilengkapi dengan zat besi dan vitamin penting bagi pertumbuhannya.

cfrom: bbclub

Balita Ibu Tak Mau Minum Susu

Apa Susu Masih Penting untuk Balita?

Balita membutuhkan kalsium dalam jumlah banyak untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat. Meskipun balita Ibu sudah makan tiga kali sehari dengan menu diet sehat berimbang, susu dan produk olahannya tetap menjadi salah satu sumber kalsium terbaik baginya. Selain itu, susu merupakan sumber protein, energi, dan berbagai vitamin serta mineral penting bagi pertumbuhan si Kecil.

Kebutuhan Harian

Jumlah asupan kalsium yang disarankan bagi batita (1-3 tahun) adalah 500 mg per hari. Itu setara dengan 2-3 gelas susu atau produk olahannya per hari. Takaran pemberian susu bagi balita adalah gelas/cangkir kecil, yang bisa disertai dengan dua lembar keju atau semangkuk yogurt. Tapi, jangan juga memberikan susu secara berlebihan di atas 500 ml per hari lho, Bu. Supaya mereka tidak kekenyangan dan tetap memiliki selera makan yang baik.

Tips Memberikan Susu Bagi Balita

Hampir sebagian besar balita akan mengalami fase sulit makan. Termasuk keengganan untuk minum susu. Tapi, tentunya Ibu tak boleh begitu saja menyerah. Sedikit memutar akal untuk menyiasati si Kecil adalah bagian dari tugas seorang Ibu. Jika tiba-tiba balita Ibu enggan minum susu, coba deh beberapa tips berikut:
  • Berikan gelas khusus susu dengan desain dan warna menarik. Bila perlu, gelas dengan gambar tokoh favoritnya agar acara minum susu berubah menjadi ritual menyenangkan bagi si Kecil.
     
  • Coba rubah cara pemberian susu pada si Kecil. Misalnya, jika biasanya ia minum susu hangat, sesekali coba beri susu dingin. Ibu juga bisa “mengemasnya” dalam bentuk milk shake, fruit smoothie, atau puding.
     
  • Tambahkan susu pada menu sereal makan paginya atau pada jus buahnya.
     
  • Coba berkreasi aneka menu makanan atau snack yang menggunakan susu, misalnya krim sup, salad, aneka pasta, dan lainnya. Jangan bosan ya mampir ke toko buku atau browsing resep-resep balita di internet agar Ibu makin kreatif.

Coba Produk Olahan Susu

  • Keju adalah salah satu makanan favorit anak-anak. Asal Ibu kreatif, keju sangat mudah lho diolah menjadi berbagai bentuk makanan. Mulai dari makaroni saus keju, hingga sandwich mini. Semua mengundang selera si kecil untuk makan.
     
  • Yogurt dapat menjadi alternatif snack yang sehat, bahkan bisa jadi bagian dari menu sarapan.
cfrom: bbelac

Intoleransi Makanan Pada Bayi

Intoleransi Makanan pada Bayi, Apa Itu?

Istilah intoleransi makanan tidak umum seperti halnya alergi.  Intoleransi makanan merupakan reaksi negatif yang ditunjukkan oleh anak Ibu setelah mengonsumsi makanan tertentu yang tidak dapat diterima oleh tubuhnya. Kebanyakan reaksi yang terjadi pada anak yang memiliki intoleransi makanan bukanlah reaksi alergi.
Intoleransi makanan tidak memiliki dampak terhadap sistem kekebalan tubuh seperti pada reaksi alergi dimana tubuh akan melepaskan zat kekebalan. Jika si Kecil memiliki intoleransi makanan, kemungkinannya adalah ia memiliki kesulitan untuk mencerna beberapa makanan tertentu. Ibu dapat langsung menyadarinya setiap kali ia makan makanan tertentu yang menyebabkan intoleransi, ditandai dengan gejala-gejala gangguan pencernaan seperti buang angin, kembung, atau diare.
Hal yang paling umum dijumpai adalah intoleransi laktosa. Anak dengan intoleransi laktosa tidak dapat memproduksi enzim yang dapat mencerna laktosa (laktase) yang masuk ke dalam tubuhnya. Laktosa terdapat dalam susu sapi atau produk-produk dairy lainnya. Tentu saja sangat tidak dianjurkan bagi bayi di bawah usia 1 tahun untuk mengonsumsi susu sapi, namun untuk Ibu ketahui, zat laktosa seringkali terdapat pada makanan-makanan pendamping ASI yang mengandung susu dan bisa saja luput dari perhatian Ibu.
 

Apa yang Harus Dilakukan?

Cermati intoleransi makanan pada anak. Kebanyakan intoleransi makanan ditemukan melalui trial and error untuk menentukan makanan atau minuman penyebab gejala-gejala yang muncul dari pencernaan. Jika Ibu berkonsultasi dengan dokter anak, Ibu mungkin akan diminta untuk membuat catatan harian makanan yang berisi tentang apa yang si Kecil makan, termasuk kapan dan apa saja gejala-gejala yang terjadi, untuk kemudian ditemukan penyebab dan cara mengatasinya dengan tepat.
 
cfrom: bbelac

Info dan Tips Praktis Makan Balita

Dorong Si Kecil Menikmati Makanannya

Setiap anak memiliki kebiasaan unik dan berbeda, mulai dari jenis makanan kesukaan, hingga cara memakannya. Si Kecil memang sedang memasuki tahapan perkembangan sifat, kepribadian, hingga kegemaran. Salah satu cara efektif untuk membuat si Kecil menikmati makanannya adalah dengan melibatkannya saat Ibu memasak dan mempersiapkan makanan untuknya.

Buat Jadwal Makan Teratur

  • Menciptakan rutinitas makan sangat penting bagi anak. Biasakan ia makan dan mengemil pada waktu yang sama setiap harinya. Upayakan untuk tidak memberinya makan mendekati jam tidurnya ya Bu, karena anak akan cenderung mengantuk dan akhirnya tak menghabiskan makanannya. Selain itu, beri jeda perut kosong selama 1,5 – 2 jam sebelum waktu makannya agar si Kecil merasa lapar.
     
  • Selain tiga kali makanan utama, berikan juga snack sebanyak 2-3 kali pada si Kecil sepanjang hari. Pilih jenis cemilan yang sehat ya, Bu, seperti buah segar, buah kering lunak, crackers, kue beras, sandwich mini, potongan keju, atau sayuran segar.
     
  • Jangan memberikan terlalu banyak susu sebagai camilannya sepanjang hari. Susu mempunyai efek mengenyangkan bagi perut si Kecil, sehingga bila dikonsumsi berlebihan dapat mengurangi nafsu makannya. Jika si Kecil haus, berikan saja air putih.

Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan

  • Jadikan waktu makan sebagai kesempatan bercengkerama dengan si Kecil. Jika khawatir waktu makan malam keluarga terlalu telat untuknya, biarkan ia makan malam terlebih dahulu. Kemudian, saat anggota keluarga lain makan, biarkan ia menikmati camilannya di meja makan.
  • Tawari si Kecil beberapa jenis makanan dan biarkan ia memilih mana yang ia sukai. Kebebasan untuk memilih ini akan membuatnya merasa lebih senang.
  • Berikan porsi makanan sesuai ukuran perut si Kecil. Lebih baik si Kecil sendiri yang meminta tambah saat ia merasa masih lapar.
  • Jangan paksa si Kecil menghabiskan makanan saat ia telah merasa kenyang.
  • Sajikan makanan dengan bentuk dan warna yang menarik. Misalnya memberi hiasan mata dari potongan wortel pada telur mata sapi, atau membuat kue dengan berbagai bentuk binatang.
  • Ajak si Kecil untuk menciptakan nama-nama unik pada berbagai jenis makanan. Misalnya Mister B untuk menyebut Brokoli, dan sebagainya.
  • Gunakan peralatan makan yang lucu dan menarik. Bila perlu, pilih peralatan dengan gambar tokoh kartun kesayangannya.
  • Sesekali, biarkan si Kecil belajar makan sendiri. Berantakan? Sudah pasti! Tapi biarkan ia sesekali bereksplorasi dan menikmati makanan dengan caranya sendiri.
  • Ajak si Kecil makan sambil bermain, misalnya pura-pura berpiknik di dalam rumah dengan menggelar karpet dan peralatan piknik lainnya. Jangan sungkan untuk sedikit bermain “drama” agar suasana makan menjadi menyenangkan bagi si kecil.

Ayo, Coba Libatkan si Kecil!

  • Biasanya, si Kecil akan bersemangat saat diajak belanja dan memilih sendiri makanannya. Apalagi jika diijinkan untuk ikut membantu memasaknya di rumah. Jangan heran, pengalaman seru ini akan membuat nafsu makannya melonjak lho, Bu!
  • Buat si Kecil merasa tertantang dengan memintanya membantu mengambil jenis makanan tertentu di supermarket. Misalnya, minta ia mengambilkan tomat atau wortel. Beri pujian saat si Kecil dapat mengambilkan makanan yang tepat sesuai permintaan Ibu.
  • Mengajak si Kecil memasak terasa riskan? Tipsnya, biarkan ia membantu untuk hal-hal yang mudah dan aman. Misalnya, mencuci buah dan sayuran.
  • Biarkan si Kecil melihat Ibunya memasak makanan. Ajak ia berbicara tentang makanan yang sedang Ibu siapkan, vitamin apa yang ada pada sayuran yang Ibu masak, dan lainnya. Percaya deh, sambil duduk di kursinya, si Kecil akan terpukau melihat Ibunya mengupas dan memotong aneka jenis bahan makanan.

Perlakukan Si Kecil Sebagai Individu

  • Meskipun masih kecil, balita seringkali punya selera tertentu tentang jenis makanan kesukaan atau cara penyajian makanannya.
     
  • Ibu dapat menyediakan peralatan makan khusus sesuai pilihan dan kesukaannya, agar si Kecil makin bersemangat menghabiskan makanannya.
Namun, meskipun Ibu memperhatikan kebebasan si Kecil dalam memilih makanan, jangan lupa untuk tetap mengatur asupan nutrisinya ya, Bu. Lakukan pendekatan penuh kasih sayang saat memberinya pengertian tentang makanan sehat, atau pentingnya menghabiskan makanan agar cepat tumbuh besar. Selain itu, pintar-pintarlah berkreasi menciptakan kombinasi menu yang sehat dan menarik bagi si Kecil. Di sinilah akan terasa serunya menjadi seorang Ibu. 
Selamat mencoba...

cfrom: bbelac

Masalah Susah Makan Pada Balita

Ibu mungkin sudah menyusun menu ideal bagi si Kecil, tapi akhirnya hanya berakhir di atas kertas. Seringkali saat melihat si Kecil langsung menolak makanan yang disodorkan, banyak Ibu langsung merasa upayanya takkan berhasil.
Wah, jangan keburu putus asa ya, Bu. Susah makan adalah salah satu masalah yang paling sering ditemui pada balita. Jadi, bukan hanya Ibu yang mengalaminya, dan bukan juga alasan untuk menyerah pada keadaan. Jika Ibu menyerah dan mengikuti semua keinginan makan si Kecil tanpa pikir panjang, bisa-bisa justru Ibu tanpa sadar telah menerapkan pola makan yang salah untuk si Kecil.  So, let’s try these tips to handle your little fussy eater!
  • Ciptakan rutinitas makan bagi si Kecil. Sebisa mungkin, buatlah jadwal makan pada jam-jam ia akan merasa lapar. Insting keibuan pasti akan membantu Ibu untuk mengetahuinya. Tenang saja, bila ia makin besar, otomatis jadwal makannya akan menyesuaikan dengan anggota keluarga lain kok.
     
  • Jangan memaksa si Kecil makan dengan cepat atau menghabiskan semua makanan di piringnya. Jika si Kecil merasa “tertekan”, selera makannya malah akan menurun drastis dan cenderung rewel.
     
  • Si Kecil langsung menolak makanan tertentu yang Ibu berikan? Ini hal wajar, jangan langsung menyerah! Coba lagi berikan jenis makanan yang sama dalam beberapa hari kemudian. Ibu juga bisa mengakalinya dengan merubah variasi rasa atau penyajian untuk jenis makanan tersebut. Bersabar saja ya, Bu, karena menurut para ahli, seorang balita bisa menolak makanan tertentu sebanyak 10 kali hingga akhirnya menyukainya.
     
  • Ciptakan suasana makan yang tenang, sehingga si Kecil hanya fokus pada makanannya. Sebaiknya, hindari menonton TV saat makan ya, Bu.
     
  • Biasakan untuk memulai makan dengan porsi kecil secukupnya dan tambahkan hanya bila si Kecil terlihat masih lapar.
     
  • Sayuran sering menjadi ‘monster’ makanan bagi anak-anak. Tak usah ditanya berapa banyak orang tua yang stres karena anaknya tak suka sayuran. Coba menyiasatinya dengan memberikan sayuran rebus sebagai snack. Beri celupan krim keju atau mayonaise agar ia tertarik. Ibu juga bisa menyelipkannya pada makanan lain agar tak terlihat oleh si Kecil, misalnya menjadi topping pizza kegemarannya atau dalam saus tomat spaghetti.
     
  • Perlu Ibu tahu bahwa sayuran dan buah mengandung nutrisi yang hampir serupa. Jadi bila si Kecil kurang suka sayur, tapi menyukai buah, maka tak perlu khawatir. Beri saja ia buah, sambil tetap mencoba memberikan sayur dengan cara yang kreatif.
     
  • Beri contoh makan yang baik pada si Kecil. Jadi, jangan hanya si Kecil yang harus makan sayur, Ibu pun harus terlihat menikmati makan sayur. Percaya deh, kelak ia akan terbiasa dengan pola makan yang berlaku di keluarga. It’s only a matter of time!
     
  • Puji si Kecil saat ia menghabiskan makanannya atau terlihat menikmati makanan sehat. Di lain pihak, jangan mudah emosi saat kebiasaan susah makannya sedang kumat ya, Bu.
     
  • Ceritakan tentang betapa enaknya bayam atau buah apel yang Ibu makan. Jangan ragu mengeluarkan pernyataan ekspresif tentang makanan sehat, seperti “Sop sayur ini enak sekali”, atau “Buah stroberi ini rasanya seperti es krim lho! ”.
     
  • Jauhkan kebiasaan memaksa makan pada si Kecil. Jangan juga gunakan ancaman, seperti “tak boleh main kalau makan tidak habis”. Kebiasaan buruk ini justru rawan menimbulkan stres pada Ibu dan anak.
     
  • Perlu diingat bahwa orang tua dan anggota keluarga lain harus konsisten dalam menciptakan pola makan yang baik pada si Kecil. Jangan sampai, Ibu meminta si Kecil makan sayur, tapi Ayah justru membelanya setengah mati saat si Kecil memuntahkan sayuran dari mulutnya.
Nah, berbagai tips tersebut bisa Ibu coba terapkan untuk menanggulangi susah makan pada balita. Tapi yang terpenting, Ibu harus terus bersabar ya. Selera makan si Kecil memang masih berubah-ubah setiap harinya. Jangan menyerah untuk terus berupaya memberinya makanan sehat. Saat menjadi ibu, kita memang dituntut untuk jauh lebih kreatif, termasuk soal pemberian makan. 
   ​​​

cfrom: bbelac