Selasa, 14 Mei 2013

Perkembangan Bayi 4-6 Bulan

Kini, bayi Ibu sudah menemukan cara menggunakan tangan dan jemarinya lho Bu. Lewat aktivitas sehari-harinya, ia belajar mengambil mainan, mengayun-ayunkan mainan yang digantung, atau mencengkram benda-benda di sekitarnya. Refleks menggenggamnya perlahan berubah menjadi gerakan tangan dan jemari yang lebih terkendali. Mereka tidak lagi memasukan dan menghisap benda-benda di sekitar, tapi sekarang belajar dengan mengambil dan mengguncangkannya hingga menimbulkan suara.
Selain genggamannya, penglihatan bayi Ibu juga semakin membaik. Mereka bisa melihat secara fokus sampai sejauh jempol kakinya, makanya jangan heran kalau si Kecil mulai suka memasukkan kaki ke mulutnya! Di usia 6 bulan, ia bahkan sudah bisa melihat ke ruangan lain. Kini penglihatannya juga semakin jelas. Ia akan suka mengamati bentuk dan ukuran benda yang dipegangnya, warna-warna pun menjadi lebih jelas terlihat. Dorong perkembangannya melalui mainan berbagai bentuk, ukuran, dan warna-warna yang kontras.
Hal kecil yang perlu diingat, jika Ibu berambut panjang atau memakai kaca mata, ada baiknya untuk selalu mengikat rambut dan menjaga kaca mata Ibu dari jangkauan si Kecil.
Riset membuktikan, asam lemak esensial sepeti Arachidonic Acid (AA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) yang berperan penting dalam perkembangan penglihatan bayi Ibu, secara alami ada di dalam ASI. Jadi memasukkan bahan-bahan makanan yang mengandung zat gizi ini (misalnya telur, daging, dan ikan) dalam diet sehat Ibu, dapat membantu meningkatkan perkembangan penglihatan, otak, dan motorik bayi.

Mengenali Suaranya Sendiri

Usia bayi 4 sampai 6 bulan adalah saat-saat ajaib dimana dia berhasil mengenali suaranya sendiri. Bunyi-bunyi dan suara-suara baru akan keluar dari mulut mungilnya saat berceloteh, membuatnya semakin lucu dan menggemaskan. Ibu mungkin akan mendengar suara ‘MA’ atau ‘PA’ beberapa kali, tapi pada tahap ini bayi Ibu belum mengerti maksudnya, ia hanya melakukannya untuk bersenang-senang. Harap bersabar Bu, dia akan bisa mengucapkan MAMA dan PAPA pada waktunya.
Ia mungkin sudah mengenali namanya sendiri saat Ibu memanggilnya. Meskipun belum bisa diajak ngobrol dengan baik, tidak perlu malu dan ragu untuk mengajaknya berbicara ya Bu, karena ini bisa membantu perkembangan bicaranya.
Di tahap ini, mungkin suara terbaik yang akan Ibu dengar adalah suara tertawanya. coba kelitiki sambil bermain-main dengannya agar Ibu bisa lebih sering mendengarkannya tertawa. Ikut tertawa bersamanya, karena dengan tertawa akan memberikan dorongan yang positif bagi bayi Ibu untuk bergembira bersama.

Ia Belajar Banyak Hal

Ternyata, saat menjalani rutinitas sehari-hari bersama Ibu, bayi bisa belajar banyak lho! Ada banyak hal yang bisa Ibu lakukan untuk membantunya dalam proses belajar ini. Meski kelihatannya sepele, tapi sangat penting dalam mendorong kemajuan perkembangan bayi Ibu. Yuk, ajak ia bicara dan tersenyum sesering mungkin, meskipun ia belum bisa membalasnya. Ini akan membantunya belajar berbicara.
Ibu juga bisa memberikan mainan yang mengeluarkan suara untuk melatih otot tangan dan jari bayi Ibu. Suara gemericing yang keluar dari mainan akan membuat si Kecil terkejut dan tertawa. Atau, tidak ada salahnya membuat mainan sendiri dengan memasukkan butiran beras atau macaroni ke dalam wadah plastik yang bertutup. Pastikan tutupnya kencang untuk menghindari isinya tumpah.
illustration

Tahukah Ibu?

Mandi adalah saat-saat yang menyenangkan bagi bayi. Ketika ia bergerak-gerak atau berkecipak di dalam air, maka akan timbul percikan dan suara yang bisa menghiburnya. Siapkan handuk ekstra, karena Ibu pun akan turut basah terkena percikan air. Sekali lagi, selalu ingat ya untuk mengawasi si Kecil untuk mencegah bahaya yang mungkin terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar