Senin, 13 Mei 2013

Intoleransi Makanan Pada Bayi

Intoleransi Makanan pada Bayi, Apa Itu?

Istilah intoleransi makanan tidak umum seperti halnya alergi.  Intoleransi makanan merupakan reaksi negatif yang ditunjukkan oleh anak Ibu setelah mengonsumsi makanan tertentu yang tidak dapat diterima oleh tubuhnya. Kebanyakan reaksi yang terjadi pada anak yang memiliki intoleransi makanan bukanlah reaksi alergi.
Intoleransi makanan tidak memiliki dampak terhadap sistem kekebalan tubuh seperti pada reaksi alergi dimana tubuh akan melepaskan zat kekebalan. Jika si Kecil memiliki intoleransi makanan, kemungkinannya adalah ia memiliki kesulitan untuk mencerna beberapa makanan tertentu. Ibu dapat langsung menyadarinya setiap kali ia makan makanan tertentu yang menyebabkan intoleransi, ditandai dengan gejala-gejala gangguan pencernaan seperti buang angin, kembung, atau diare.
Hal yang paling umum dijumpai adalah intoleransi laktosa. Anak dengan intoleransi laktosa tidak dapat memproduksi enzim yang dapat mencerna laktosa (laktase) yang masuk ke dalam tubuhnya. Laktosa terdapat dalam susu sapi atau produk-produk dairy lainnya. Tentu saja sangat tidak dianjurkan bagi bayi di bawah usia 1 tahun untuk mengonsumsi susu sapi, namun untuk Ibu ketahui, zat laktosa seringkali terdapat pada makanan-makanan pendamping ASI yang mengandung susu dan bisa saja luput dari perhatian Ibu.
 

Apa yang Harus Dilakukan?

Cermati intoleransi makanan pada anak. Kebanyakan intoleransi makanan ditemukan melalui trial and error untuk menentukan makanan atau minuman penyebab gejala-gejala yang muncul dari pencernaan. Jika Ibu berkonsultasi dengan dokter anak, Ibu mungkin akan diminta untuk membuat catatan harian makanan yang berisi tentang apa yang si Kecil makan, termasuk kapan dan apa saja gejala-gejala yang terjadi, untuk kemudian ditemukan penyebab dan cara mengatasinya dengan tepat.
 
cfrom: bbelac

Tidak ada komentar:

Posting Komentar